Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah Nasional Terintegrasi Kupang Mulai Beroperasi, Desa Manusak Jadi Lokasi Pembangunan

Kadis Dikbud Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Kabupaten Kupang resmi memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi setelah ditetapkan melalui Instruksi Menteri Nomor 10 Tahun 2026 tentang percepatan peningkatan mutu pendidikan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw kepada Media menjelaskan, Desa Manusak menjadi lokasi pembangunan sekolah baru ini yang kini sudah mulai beroperasi dengan menerima siswa tahap pertama sebanyak 80 orang, terbagi rata untuk jenjang SMP dan SMA masing-masing 40 siswa.

Penerimaan siswa dilakukan melalui seleksi administrasi hingga tes bakat dan minat berbasis komputer, dengan hasil akhirnya menerima putra-putra terbaik berdasarkan nilai prestasi selama lima semester terakhir.

“Para siswa kini sudah memasuki masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung mulai Senin (10/8) hingga Jumat (14/8), sebelum memulai proses pembelajaran secara penuh”, ujar Marthen Selasa (11/8/26)..

Menurut dia, karena gedung permanen belum selesai dibangun, sementara ini pembelajaran dilaksanakan secara transisi di beberapa ruang Pusat Effata, yang sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial.

“Rencananya, pembangunan gedung baru di Desa Manusak akan dimulai pada akhir September atau awal Oktober tahun ini dan ditargetkan selesai dalam lima bulan ke depan agar siswa bisa pindah ke gedung baru”, tambah dia.

Tentang guru yang akan bertugas di sekolah itu ia mengatakan, untuk tenaga pendidik, kepala sekolah telah ditetapkan dan seleksi guru juga telah selesai dilakukan oleh kementerian.

“Dengan sekitar 10 guru tahap awal yang sudah bergabung dan turut serta dalam kegiatan MPLS. Sekolah ini juga menyediakan fasilitas lengkap secara gratis bagi seluruh siswa. Meliputi seragam sekolah, seragam olahraga, seragam pramuka, topi, sepatu, hingga laptop, sehingga siswa dapat fokus sepenuhnya pada kegiatan belajar”, tambah dia.

Rahakbauw menjelaskan pula perbedaan mendasar antara Sekolah Nasional Terintegrasi dengan Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat berbasis asrama (boarding school), sedangkan Sekolah Nasional Terintegrasi bersifat pulang-pergi. Tidak menginap. Dari sisi seleksi, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu (desil 1 dan 2). Sementara Sekolah Nasional Terintegrasi terbuka untuk umum dari berbagai latar belakang ekonomi, dengan syarat harus lolos seleksi prestasi akademik dan non-akademik.

“Sekolah Nasional Terintegrasi ini menempati posisi di antara Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Berbeda dengan Sekolah Unggul Garuda yang menjaring siswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Sekolah Nasional Terintegrasi ini utamanya diperuntukkan bagi siswa Kabupaten Kupang, dengan kuota hanya 5 persen yang diperbolehkan dari kabupaten/kota tetangga. Pada penerimaan tahap ini, kuota tersebut tidak digunakan agar lebih banyak anak Kabupaten Kupang yang berkesempatan menempuh pendidikan berkualitas di sekolah ini. (Sintus).

  • Bagikan