OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Pemerintah Kabupaten Kupang melakukan penetakan sawah baru di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur Selasa (7/7/26).
Cetak Sawah baru dilakukan di lahan tidur seluas 77 Hektar milik masyarakat Desa Oelatimo dipimpin langsung Bupati Kupang, Yos Lede.
Yosef Lede dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Desa Oelatimo patut bersyukur dan berbahagia karena daerah mereka terpilh menjadi salah satu lokasi untuk dijalankan proyek pencetakan sawah baru oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kupang. Apalagi kegiatan tersebut terlaksana hanya di beberapa lokasi saja di Indonesia dan dilakukan bertahap.
Dia melanjutkan, apa yang didapati masyarakat Desa Oelatimo itu harus dimafaatkan maksimal oleh masyarakat, untuk meningkatkan usaha pertanian mereka secara signifikan.
“Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa – apa ini kini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi kita semua harus bersyukur dengan memanfaatkan lahan yang di buka ini. Tanam sebanyak – banyaknya, jangan takut tidak ada pasar, pemerintah lewat Bulog pasti akan membelinya”, ujar Yosef Lede.
Pemerintah Kabupaten Kupang kata Yosef Lede, akan mendukung masyarakat Desa Oelatimo secara maksimal, untuk memastikan lahan yang baru dibuka dimanfaatkan masyarakat.
Dia mengtakan, bantuan – bantuan alat pertanian akan diusahakan agar disalurkan kepada masyarakat.
“Begitu juga dengan sarana pengairan seperti bendungan dan pembuatan sumur bor, yang akan diusahakan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendukung usaha pertanian masyarakat”, pungkas Lede.
Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono mengatakan, masyarakat Desa Oelatimo mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah membantu mereka meningkatkan area persawahan mereka.
Menurut dia, lahan ini akan diolah maksimal untuk peningkatan kesejajteraan bersama.
Dia menmbahkan, daerah yang dibuka menjadi sawah tersebut adalah daerah yang subur dan pernah dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian hingga tahun 2007. Area ditinggalkan dan menjadi lahan tidur yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan tinggi, seiring dengan rusaknya Bendungan Uel 2, sehingga daerah tersebut kesulitan mendapat pasokan air untuk usaha pertanian.
Turut hadir dalam kesempatan tersebu, Kepala BPLIP Mataram, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Plt.Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Camat Kupang Timur, dan masyarakat setempat. (Tery).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




