Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Pengawasan Siaran dan Literasi Digital, KPID NTT Gandeng Kampus

Rombongan KPID NTT dipimpin Wakil Ketua, Kekson F. Salukh, didampingi Koordinator Bidang Kelembagaan Ichsan Arman Pua Upa, anggota Trisna L. Dano dan Yohanes A.R. Teme, serta pendamping komisi Yuniarti Mawuntu, bersama Warek III UCB dan jajaran.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur terus memperluas kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi guna memperkuat pengawasan isi siaran. Serta meningkatkan literasi media di tengah pesatnya perkembangan platform digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kemitraan ke Kampus Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Senin (29/6).

Rombongan KPID NTT dipimpin Wakil Ketua, Kekson F. Salukh, didampingi Koordinator Bidang Kelembagaan Ichsan Arman Pua Upa, anggota Trisna L. Dano dan Yohanes A.R. Teme, serta pendamping komisi Yuniarti Mawuntu.

Kehadiran mereka disambut Wakil Rektor III UCB John Einstein, Kepala LP3M Vinsensius Belawa Lemaking, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sakti Oktaria Batubara, dan Wakil Dekan II FKIP Lanny Isabela Dwisyahri Koroh.

Dalam pertemuan tersebut, Kekson Salukh menegaskan, perguruan tinggi merupakan mitra strategis KPID dalam membangun masyarakat yang cerdas bermedia.
Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pemahaman tentang penyiaran, etika bermedia, serta penggunaan platform digital secara bijak.

“Kami berharap KPID NTT dapat dilibatkan dalam kegiatan pengenalan kampus untuk memberikan edukasi mengenai literasi media dan perkembangan platform digital penyiaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara KPID dan UCB tidak hanya terbatas pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga dapat dikembangkan melalui riset, penelitian, dan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Kerja sama ini akan diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga menghasilkan program nyata, bukan sekadar wacana,” katanya.

Koordinator Bidang Kelembagaan KPID NTT, Ichsan Arman Pua Upa, mengatakan kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya dalam aspek penelitian dan pengembangan.

“KPID NTT terbuka membangun sinergi dengan seluruh perguruan tinggi demi mendorong kemajuan dunia penyiaran di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Sementara itu, anggota KPID NTT Trisna L. Dano menilai kampus memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Ia berharap UCB terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif sekaligus ikut berperan dalam pengawasan terhadap berbagai aplikasi yang memiliki karakteristik penyiaran.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UCB, John Einstein, menyampaikan apresiasi atas inisiatif KPID NTT membangun kemitraan dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen UCB dalam memperkuat literasi digital, riset, dan transformasi pendidikan.

“Kami menyambut baik rencana kerja sama ini. UCB memiliki lima fakultas yang siap mendukung berbagai program kolaborasi, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat hingga pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

John menjelaskan, UCB juga mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan kompetensi, termasuk penguasaan bahasa asing.

Kepala LP3M UCB, Vinsensius Belawa Lemaking, menambahkan, UCB selalu terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang mendukung pengembangan kampus dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, UCB telah memanfaatkan berbagai media penyiaran, termasuk radio, televisi, podcast, serta jurnalistik kampus sebagai sarana edukasi dan diseminasi informasi.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UCB, Sakti Oktaria Batubara, mengatakan kampus terus mengembangkan media digital dan jurnalistik kampus sebagai bagian dari peningkatan kompetensi mahasiswa, termasuk menyiapkan tenaga kesehatan yang siap bekerja di luar negeri.

Sementara Wakil Dekan II FKIP UCB, Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, berharap sinergi dengan KPID NTT dapat semakin memperkuat pengawasan terhadap konten digital, khususnya dalam mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk penyalahgunaan media sosial.

Sebelumnya, KPID NTT juga telah melakukan kunjungan serupa ke Universitas Nusa Cendana dan berencana melanjutkan agenda kemitraan ke sejumlah perguruan tinggi lain di Kota Kupang.
Kampus-kampus tersebut yakni Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Widya Mandira, dan Universitas Kristen Artha Wacana. (goe).

  • Bagikan