Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Meriahkan Perpisahan TKK Beata Maria Helena, Lima Siswa Cilik, Tampilkan Tarian Poco-Poco

Lima siswa TKK Santa Maria Helena Bello tampil dengan tarian poco-poco pada perpisahan di sekolah itu.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Gelak tawa, tepuk tangan, dan wajah-wajah ceria mewarnai acara perpisahan peserta didik Taman Kanak-Kanak Katolik (TKK) Beata Maria Helena Bello, Sabtu (13/6/2026).

Suasana haru yang menyelimuti halaman sekolah sejenak berubah menjadi semarak ketika lima anak tampil membawakan tarian Poco-Poco.
Dengan gerakan sederhana namun penuh percaya diri, anak-anak mengikuti irama musik yang mengalun riang.

Langkah kaki mungil yang bergerak serempak, dipadu senyum polos yang terus menghiasi wajah mereka, membuat para orang tua, guru, dan tamu undangan tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan.

Penampilan Poco-Poco cilik itu menjadi salah satu sajian yang paling menghibur dalam rangkaian acara perpisahan. Keceriaan yang ditampilkan anak-anak seolah menjadi gambaran perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di taman kanak-kanak tersebut.

Di balik suasana gembira itu, terselip pula rasa haru.
Kepala TKK Beata Maria Helena Bello, Sr. Helena, SSps, mengakui, momen perpisahan selalu menjadi saat yang membahagiakan sekaligus berat bagi para pendidik.

“Hari ini merupakan hari yang penuh sukacita, tetapi juga tidak mudah bagi kami karena harus melepaskan anak-anak yang selama satu tahun terakhir bertumbuh dan belajar bersama kami. Banyak suka dan duka yang kami alami dalam mendampingi mereka,” ujarnya.

Menurut Sr. Helena, pendidikan karakter menjadi fokus utama sekolah dalam mendampingi peserta didik. Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, pembentukan karakter dinilai harus menjadi fondasi sebelum anak mengembangkan kemampuan intelektualnya.

“Kami percaya karakter harus ditanamkan terlebih dahulu secara kuat. Setelah itu, pengembangan intelektual akan lebih mudah dibangun sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua atas berbagai kekurangan selama proses pendampingan berlangsung. Meski demikian, pihak sekolah berharap nilai-nilai yang telah diajarkan dapat terus dilanjutkan dalam lingkungan keluarga sehingga menjadi bekal bagi anak-anak saat memasuki jenjang sekolah dasar.

Sementara itu, perwakilan orang tua murid, Yohan Fernandes, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan suster dalam mendidik anak-anak selama ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang luar biasa dari para guru dan suster. Hari ini kami bisa melihat hasilnya melalui berbagai penampilan yang dibawakan anak-anak. Apa yang mereka tampilkan mencerminkan proses pendidikan yang dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketekunan,” ujarnya.

Ia mengaku bangga melihat kemampuan anak-anak dalam membawakan berbagai acara, termasuk menyanyi dan memimpin koor dengan materi yang tidak sederhana untuk ukuran usia mereka.

“Anak-anak mampu menghafal banyak teks dan tampil dengan percaya diri. Ini menunjukkan kerja keras dan kesetiaan para guru dalam membentuk karakter serta kemampuan mereka,” katanya.

Acara perpisahan itu tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di taman kanak-kanak, tetapi juga menjadi momentum syukur atas proses tumbuh kembang anak-anak yang telah dibimbing dengan kasih dan kesabaran.

Di tengah suasana haru dan bahagia, para orang tua pun melepas langkah kecil putra-putri mereka untuk melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya. (goe).

  • Bagikan