Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mgr. Rony Tegaskan, Kerendahan Hati, Dasar Utama Pelayanan Gereja, Pada HUT Ke-9 SMGM

Uskup Keuskupan Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni memimpin Misa pada HUT ke-9 SMGM.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) di seluruh dunia merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 secara serentak pada Sabtu (25/4/2026).

Di tingkat Keuskupan Agung Kupang, perayaan syukur tersebut ditandai dengan misa bersama di Aula Gabriel, Istana Keuskupan Agung Kupang.

Perayaan Ekaristi dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr Hironimus Pakaenoni, dan diawali dengan kegiatan rekoleksi.

Ratusan anggota SMGM, bersama para imam serta biarawan-biarawati, memadati aula dalam suasana khidmat.

Dalam homilinya, Mgr Pakaenoni menekankan pentingnya kerendahan hati sebagai dasar utama dalam pelayanan Gereja.

Menurut dia, tanpa kerendahan hati, pelayanan berisiko kehilangan makna rohani dan berubah menjadi sekadar aktivitas organisasi.

“Tanpa kerendahan hati, pelayanan hanya menjadi rutinitas. Komunitas bisa kehilangan arah dan hanya menjadi kumpulan orang tanpa tujuan iman,” ujarnya.

Mengacu pada ajaran Santo Petrus, ia mengingatkan, pembaruan hidup harus dimulai dari sikap hati yang rendah dan terbuka terhadap karya Tuhan.

Ia juga menegaskan, berbagai agenda besar komunitas, termasuk musyawarah nasional (munas), tidak boleh dipahami semata sebagai kegiatan organisasi, melainkan sebagai ruang memperdalam visi dan misi iman.
“Komunitas ini adalah karya Tuhan, bukan semata-mata karya manusia. Karena itu, serahkanlah segala kekhawatiran kepada Tuhan, sebab Dialah yang memelihara kita,” kata dia.

Mgr. Pakaenoni juga mengakui, perjalanan pelayanan komunitas tidak lepas dari tantangan, perbedaan pendapat, dan berbagai keterbatasan. Namun, hal tersebut dinilainya sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi dengan iman dan semangat persaudaraan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa makna “sahabat” dalam SMGM merupakan panggilan untuk membangun relasi yang nyata—baik dengan Tuhan, dalam keluarga, maupun dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh anggota SMGM untuk terus meneladani spiritualitas Monsinyur Gabriel Manek yang dikenal sebagai gembala sederhana, rendah hati, dan memiliki perhatian besar terhadap umat kecil.

“Perayaan ini bukan sekadar mengenang, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen dalam menghidupi nilai iman, pelayanan, dan kasih seperti yang telah diteladankan Monsinyur Gabriel Manek,” ujarnya.

Ketua SMGM Cabang Keuskupan Agung Kupang menyampaikan rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun komunitas tersebut.

Ia mengatakan, SMGM terus berkembang sebagai wadah persaudaraan umat yang ingin menghidupi spiritualitas Monsinyur Gabriel Manek melalui berbagai kegiatan rohani dan sosial.

“Perayaan ini menjadi momentum untuk semakin mempererat kebersamaan dan memperkuat komitmen pelayanan,” katanya.

Rangkaian perayaan juga diisi dengan doa bersama serta ungkapan syukur atas perjalanan komunitas yang kini telah tersebar di berbagai wilayah, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, dilakukan pula pengukuhan panitia Musyawarah Nasional-Internasional SMGM ke-IV tahun 2027.
Momentum HUT ke-9 ini diharapkan semakin meneguhkan SMGM sebagai komunitas iman yang solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Gereja dan masyarakat, sejalan dengan semangat pelayanan yang diwariskan Monsinyur Gabriel Manek. (humas SMGM).

  • Bagikan