Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kaum Bapak GMIT Imanuel Ekateta Ambil Peran, Layani Ibadah Perempuan Klasis Fatuleu

Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Pdt. Alit Panie–Benyamin Lola, saat memberikan sambutan.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Suasana berbeda tampak di Gereja Imanuel Ekateta, Kabupaten Kupang, Selasa (24/3/2026).

Pada pelaksanaan Ibadah Gabungan Perempuan GMIT Teritori III Klasis Fatuleu, peran pelayanan justru diambil alih oleh kaum bapak sebagai tuan rumah.

Aroma kopi dan teh hangat, serta aneka hidangan berbahan pangan lokal, tersaji rapi dan langsung disuguhkan usai ibadah. Namun, tidak seperti biasanya, kaum perempuan tidak terlihat mendominasi area konsumsi maupun penerimaan tamu.

Seluruh layanan tersebut sepenuhnya ditangani oleh kelompok kaum bapak jemaat setempat.

Dengan mengenakan kemeja putih dan sarung motif khas Fatuleu, para pria melayani tamu dengan ramah.

Mereka tidak hanya bertugas di bagian depan, tetapi juga terlibat langsung sejak tahap persiapan, mulai dari penataan ruangan hingga pengolahan konsumsi di dapur.
Sebagaimana siaran pers yang diterima media ini, Selasa siang (24/3/2026), Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Pdt. Alit Panie–Benyamin Lola, mengatakan, keterlibatan kaum bapak merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rapat persiapan.

“Antusiasme sangat tinggi. Mereka tidak hanya setuju, tetapi juga bersedia terlibat langsung hingga ke dapur,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan tersebut menunjukkan, peran laki-laki dalam pelayanan gereja dapat berkembang lebih fleksibel dan tidak terbatas pada fungsi-fungsi formal semata.

Ibadah gabungan yang diikuti sembilan gereja di Teritori III itu dipimpin oleh Ketua UPP Perempuan GMIT Klasis Fatuleu, Pnt. Magdalena Gousario Ngefak.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi inisiatif kaum bapak yang dinilai memberikan warna baru dalam pelayanan gereja.

“Ini patut diapresiasi. Semangat seperti ini diharapkan bisa menginspirasi jemaat lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Jemaat Harian GMIT Imanuel Ekateta, Pnt. Elly Meko. Ia menilai keterlibatan kaum bapak bukan sekadar dukungan teknis, tetapi juga bentuk komitmen terhadap gerakan “Kaum Bapak Masuk Gereja” yang didorong oleh Sinode GMIT.

Sejumlah peserta ibadah juga menyampaikan kesan positif. Salah satunya, perwakilan jemaat dari GMIT Siloam Oelbioin, yang menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang patut dibagikan ke jemaat lain.

Kehadiran kaum bapak dalam seluruh lini pelayanan pada kegiatan itu menjadi pemandangan yang tidak biasa, sekaligus menunjukkan adanya upaya mendorong partisipasi yang lebih inklusif dalam kehidupan bergereja di Klasis Fatuleu. (goe/*).

  • Bagikan