KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ratusan umat menghadiri misa kaul pertama seorang biarawati dari Kongregasi Franciskan OHFS di Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Selasa (17/2/2026) pagi.
Perayaan iman itu berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, para suster dari berbagai komunitas. Hadir pula tujuh imam yang turut mendoakan kesetiaan dalam panggilan hidup bakti.
Dalam homilinya, RD Faris Paut menegaskan, panggilan hidup bakti merupakan tanda kasih dan pilihan Tuhan yang tidak memerlukan pembuktian tambahan.
Menurut dia, manusia kerap merasa belum cukup meski telah dipanggil, seakan masih menunggu tanda lain, padahal panggilan itu sendiri sudah menjadi bukti kehadiran Tuhan.
Ia mengingatkan, Tuhan hadir melalui tiga jalan utama, yakni kehidupan doa yang setia dan disiplin, hidup komunitas yang menghadirkan Tuhan lewat relasi dengan sesama, serta pembinaan diri melalui bacaan rohani yang memperkaya iman dan refleksi panggilan.
“Kesetiaan dalam panggilan menuntut totalitas. Mengikuti Tuhan berarti hidup bukan lagi milik sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, teladan kerendahan hati Bunda Maria menjadi model kesetiaan yang hening dan teguh, sementara kisah Samuel dan Daud menunjukkan, Tuhan kerap memanggil dari kesederhanaan hidup.
Usai misa, pimpinan OHFS Indonesia, Sr Mercy, menyampaikan, panggilan hidup bakti adalah undangan bagi seluruh umat untuk saling mendukung dalam doa dan persaudaraan.
Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada pastor paroki, para imam, bruder, suster, frater, serta para donatur yang selama ini mendukung karya pelayanan kongregasi.
Sementara itu, RD Dus Bone dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran berbagai komunitas religius yang berkarya di wilayah Kupang.
Ia menyoroti pelayanan para suster di paroki dan stasi, termasuk pendampingan umat, pelayanan bagi orang sakit, pembinaan anak-anak, serta keterlibatan dalam kehidupan pastoral harian.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para imam dan pelayan gereja yang hadir dari berbagai tempat sebagai tanda persaudaraan dalam perutusan Gereja.
Perayaan kaul pertama ini menjadi kesaksian iman tentang kesetiaan dalam panggilan hidup bakti, sebuah panggilan yang, sebagaimana ditegaskan dalam homili, harus dijalani dengan doa, kebersamaan, dan ketekunan hingga akhir. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




