Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SP2MI NTT Siap Gelar Jambore PNFI, Momentum Kebangkitan Literasi Masyarakat

Ketua SP2MI NTT, Polikarpus Do, S.S. dan Ketua SP2MI Kota Kupang Goris Takene.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali gerakan literasi masyarakat.

Langkah dimaksud yakni penyelenggaraan Jambore Pendidikan Non-Formal dan Informal (PNFI) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional.

Ketua SP2MI NTT, Polikarpus Do, S.S., menyampaikan ajakan resmi kepada seluruh elemen pendidikan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, jambore ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya kolektif membangun kesadaran literasi sebagai fondasi pembangunan manusia di Nusa Tenggara Timur.

“Melalui Jambore PNFI 2026, kami mengajak seluruh pengurus dan anggota SP2MI se-NTT, DPD SP2MI, pengelola PKBM, Taman Bacaan Masyarakat, Forum ASTINA NTT, Forum TBM. Serta berbagai lembaga swadaya masyarakat dan yayasan untuk bersinergi menyukseskan kegiatan ini. Pendidikan masyarakat adalah solusi strategis dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan,” ujar Polikarpus.

Ia menegaskan penguatan pendidikan nonformal dan informal menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan berkualitas menuju visi NTT Emas dan Indonesia Emas 2045.

Literasi, kata dia, bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan hidup yang menentukan kualitas pembangunan sosial dan ekonomi.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Ketua SP2MI Kota Kupang, Goris Takene, SE.

Ia menilai penyelenggaraan Jambore PNFI menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peringatan Hari Aksara Internasional yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi dirayakan secara luas sejak pandemi COVID-19.

“Sejak pandemi, hampir tidak ada lagi program peringatan Hari Aksara yang terstruktur. Karena itu, kami sangat mendukung langkah Ketua SP2MI NTT. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan koordinasi berjenjang dengan pengurus SP2MI untuk mematangkan rencana, termasuk penetapan lokasi kegiatan yang direncanakan di Kota Kupang,” kata Goris.

Menurutnya, pelibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar jambore ini memberi dampak nyata bagi penguatan budaya literasi masyarakat.

Penyelenggaraan Jambore PNFI 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pegiat pendidikan masyarakat untuk mendorong kesadaran global akan pentingnya literasi sebagai hak dasar manusia. Juga mempercepat pemberantasan buta huruf, serta memperkuat literasi fungsional yang relevan dengan kebutuhan kehidupan dan dunia kerja.

Sebagai organisasi nasional yang bergerak di bidang pendidikan, SP2MI berperan sebagai wadah bagi para pendidik, pegiat, dan penggerak pendidikan masyarakat.

Organisasi ini berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan pendidikan kesetaraan, vokasi. Serta pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan formal dan nonformal dengan legalitas nasional.

Melalui Jambore PNFI 2026, SP2MI berharap gerakan literasi di Nusa Tenggara Timur kembali memperoleh momentum kuat, sekaligus mempertegas peran pendidikan masyarakat sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan. (goe).

  • Bagikan