KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sunyi sebuah rumah tua di Bello, Kota Kupang, terpecah oleh kehadiran sejumlah anggota Komunitas Doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Cabang Bello, Kamis sore (22/1/2026).
Dalam semangat kegiatan 5M, komunitas ini mengunjungi Oma Magdalena Takene, umat lanjut usia yang tengah sakit dan menjalani hari-harinya seorang diri.
Oma Magdalena adalah umat sederhana Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua.
Di usianya yang renta, ia hidup tanpa pasangan dan tanpa anak, menempati rumah peninggalan orang tuanya yang kian rapuh dimakan usia, seiring tubuhnya yang melemah.
Dalam keterbatasan fisik, ia tetap berjuang menjalani hidup sehari-hari, memasak sekadarnya dan bertahan dengan tenaga yang tersisa.
Keseharian Oma Magdalena, yang akrab disapa Oma Lena oleh warga sekitar, adalah potret ketekunan dalam kesunyian.
Ia jarang mengeluh. Doa-doa lirih menjadi teman setianya dalam menjalani hari.
Kunjungan SMGM Cabang Bello berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna. Para anggota komunitas hadir tidak hanya untuk menjenguk, tetapi juga membawa doa, penguatan rohani, dan dukungan moril. Di tengah kondisi sakit, Oma Magdalena berbagi kisah hidupnya dengan suara pelan, tentang kesepian yang ia jalani, sekaligus iman yang tetap ia pelihara.
Wakil Ketua SMGM Cabang Bello, Kris Tatu Ipin, mengatakan, kunjungan tersebut merupakan wujud konkret dari semangat 5M ((Mengunjungi, Mendengarkan, Menyentuh,
Menghibur dan mendoakan)
yang selalu dihidupi komunitas, yakni menghadirkan kasih melalui kehadiran nyata di tengah umat.
“Kami diajak untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga hadir, melihat, dan merasakan apa yang dialami sesama. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan kasih, terutama bagi mereka yang sedang sakit dan bergumul,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat pelayanan ini berangkat dari teladan hidup almarhum Monsinyur Gabriel Manek, yang mendorong umat untuk peka terhadap penderitaan sesama dan berani hadir di ruang-ruang sunyi kehidupan.
Sementara itu, Oma Magdalena Takene mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan tersebut.
Ia mengaku dikuatkan oleh kehadiran dan doa yang dipanjatkan bersama.
“Kehadiran bapak, mama, dan semua anggota SMGM sangat menguatkan saya. Terima kasih sudah datang dan mendoakan saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kunjungan ditutup dengan doa bersama, memohon agar Oma Magdalena diberikan kekuatan, penghiburan, dan kesembuhan.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin komunitas, perjumpaan itu menjadi pengingat, kasih kerap hadir dalam langkah-langkah kecil, dalam menyapa, mendengarkan, dan menemani mereka yang hampir luput dari perhatian.
Di rumah tua yang sunyi itu, SMGM Cabang Bello mengetuk bukan hanya sebuah pintu, melainkan juga kesadaran bersama: bahwa iman sejati menemukan maknanya ketika diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama yang paling sederhana. (SMGM – Cab Bello).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




