Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Siapkan Hati Jelang Natal, Umat Stasi Santo Agustinus Bello Ikut Rekoleksi dan Ibadat Tobat

Umat Kapela St. Agustinus Bello sedang mengikuti rekoleksi jelang Natal.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025, umat Katolik Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua Kota Kupang, semakin memantapkan persiapan rohani melalui pelaksanaan rekoleksi dan ibadat tobat.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, guna menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan hati yang bersih dan penuh iman.

Rekoleksi dilaksanakan sebagai sarana permenungan mendalam bagi umat, baik secara pribadi maupun kelompok.

Melalui doa, renungan, dan pendalaman iman, umat diajak untuk meninjau kembali perjalanan hidup rohani mereka serta memperbarui relasi dengan Tuhan.
Wakil Ketua Panitia Natal dan Tahun Baru 2025/2026 Stasi Santo Agustinus Bello, Johny Manehat, mengatakan, rekoleksi dan ibadat tobat bukan sekadar agenda rutin gereja, melainkan momen penting untuk pembaruan diri umat.

“Rekoleksi dan ibadat tobat ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari, merenungkan hidup, serta mempersiapkan hati secara sungguh-sungguh agar layak menyambut kelahiran Yesus Kristus,” ujar Johny Manehat, di Bello Jumat (19/12-2025).

Ia menambahkan, Natal bukan hanya perayaan seremonial, tetapi peristiwa iman yang menuntut kesiapan batin dan perubahan sikap hidup.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, umat semakin menyadari makna Natal yang sesungguhnya, yakni menghadirkan kasih, pengampunan, dan damai sejahtera dalam keluarga serta lingkungan sekitar,” tambahnya.

Selain rekoleksi, umat juga mengikuti Ibadat Tobat yang dilanjutkan dengan Sakramen Rekonsiliasi atau pengakuan Dosa.

Dalam ibadat ini, umat diajak menyadari kelemahan dan dosa, menyesal dengan tulus, serta menerima pengampunan Allah melalui pelayanan imam.

Sekretaris Stasi Santo Agustinus Bello, Kayetanus Korbafo, menjelaskan, ibadat tobat menjadi sarana rekonsiliasi yang sangat penting bagi umat menjelang Natal, maupun Paskah.

“Melalui sakramen rekonsiliasi, umat diperdamaikan kembali dengan Tuhan, sesama, dan diri sendiri. Inilah langkah nyata membersihkan hati agar Natal dirayakan dengan sukacita yang sejati,” kata Kayetanus.

Menurutnya, ibadat tobat yang diawali dengan doa bersama, bacaan Kitab Suci, dan renungan, membantu umat untuk masuk dalam suasana reflektif sebelum melakukan pengakuan dosa secara pribadi kepada imam.

“Kami mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena pengampunan adalah anugerah besar yang memampukan kita memperbarui komitmen hidup Kristiani,” lanjutnya.

Melalui rangkaian kegiatan rohani ini, Panitia Natal dan Tahun Baru Stasi Santo Agustinus Bello berharap umat tidak hanya siap secara liturgis, tetapi juga semakin bertumbuh dalam iman, kasih, dan kepedulian sosial, sehingga perayaan Natal benar-benar menjadi perjumpaan yang hidup dengan Kristus yang lahir di tengah dunia. (goe).

  • Bagikan