KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Rangkaian kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tingkat Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang, resmi berakhir Sabtu sore, 4 Oktober 2025.
Berakhirnya kegiatan BISA bertepatan dengan perayaan pesta pelindung paroki, Santo Fransiskus dari Asisi.
Umat dari berbagai stasi pelayanan hadir memenuhi halaman gereja untuk mengikuti misa penutupan yang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan BKSN yang berlangsung sepanjang September hingga awal Oktober itu diisi dengan beragam acara rohani dan sosial. Mulai dari lomba-lomba liturgi, pendalaman Kitab Suci di setiap lingkungan. Hingga aksi sosial bersama umat lintas stasi. Seluruh kegiatan digerakkan oleh panitia yang berasal dari Stasi Santo Agustinus Bello.
Anton Bele, salah satu tokoh Gereja Katolik di Keuskupan Agung Kupang sekaligus figur publik di Nusa Tenggara Timur, memberikan apresiasi atas kerja keras panitia.
“Meskipun ada kekurangan di sana-sini, secara umum panitia sudah berhasil menyelenggarakan semua acara dengan baik dan penuh tanggung jawab. Panitia bekerja dengan hati,” ujar Anton seusai misa penutupan.
Menurutnya, keberhasilan itu bukan semata karena kemampuan teknis, tetapi karena semangat pelayanan yang tulus.
“Mengurus orang banyak itu tidak mudah. Dibutuhkan kerja sama, kerja keras, dan hati yang terbuka. Semua ini dikerjakan dengan perdeo—tanpa bayaran, hanya karena cinta pada Gereja,” katanya.
Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, RD Longginus Bone, menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat dan panitia.
“Saya sungguh bangga dan berterima kasih kepada panitia, umat Stasi Santo Agustinus Bello. Dan seluruh umat paroki yang telah bekerja dengan semangat pelayanan. Semua kegiatan BKSN dan pesta pelindung ini menjadi tanda nyata iman yang hidup,” ujar Romo Dus demikian sapaan umat.
Bukan sekedar kerja keras panitia.
Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan ini bukan sekadar hasil kerja panitia, tetapi buah dari kebersamaan seluruh umat.
“Kita belajar dari Santo Fransiskus Asisi untuk melayani dengan rendah hati dan penuh kasih. Semoga semangat ini terus hidup dalam keseharian umat Paroki Kolhua,” tambahnya.
Satu bulan penuh kegiatan rohani bukan hanya memperdalam iman, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di tengah umat Paroki Kolhua Kota Kupang.
Perayaan misa penutupan diakhiri dengan ramah tamah dan santap bersama umat dari pusat paroki dan berbagai stasi. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




