Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buka Pesparawi 2025, Bupati Kupang: “Selamat Datang Peserta, Dewan Juri Harus Profesional”

Paduan Suara Universitas Nusa Cendana Kupang tampil memukau dalam lomba paduan suara pada even Pesparawi Kabupaten Kupang, Selasa, (12/8/2025).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Kabupaten Kupang resmi digelar setelah Bupati Kupang membukanya pada Selasa (12/8/25) sore.

Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya mengapresiasi panitia yang bekerja keras.

Ia menilai, ini bukan sekadar ajang kompetisi seni suara. Lebih dari itu menjadi ruang perjumpaan penguatan iman dan wujud kerukanan antar umat, jemaat sedaratan Timor.

“Atas nama pemerintah kabupaten Kupang, saya dan wakil Bupati Kupang menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Juga pendamping dan tim paduan suara dari berbagai Jemaat, instansi, organisasi dan denominasi gereja yang hadir dalam pekan paduan suara gerejawi tingkat kabupaten Kupang tahun 2025”, ujar Yosef menyapa hadirin.

Kehadiran peserta wujud nyata pelayanan dan cinta musik rohani.

Menurut dia, kehadiran peserta, wujud nyata pelayanan dan cinta akan musik rohani. Peserta wajib bersyukur karena di tengah kesibukan dan tantangan semua berkumpul untuk memuji dan memuliakan Tuhan, melalui talenta suara yang merdu dan indah.

“Saya percaya selama sepekan kedepan bukan hanya suara tapi Hati dan pikiran kita akan dipersatukan dalam kasih Kristus. Mari kita ikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan suka cita, sportivitas dan saling menghargai”, imbau dia.

Yos mengatakan, musik gereja memiliki peran penting dalam kehidupan berjemaat.

“Melalui lagu pujian, kita mengekspresikan syukur memohon penyertaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan”, kata Yos.

Masih menurut dia, paduan suara yang hikmat mampu menghibur hati memperkuat pengajaran iman, dan menjadi media pembinaan generasi muda agar trampil, disiplin, dan bertanggungjawab.
“Dalam konteks pembangunan daerah, paduan suara juga dapat membentuk karakter dan identitas komunitas”, terang dia.

Lebih jauh Yos menjelaskan, Pemerintah daerah berkomitmen mendorong kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang memupuk toleransi.

Ia minta peserta untuk menjadikan lomba ini sebagai momentum saling belajar, berbagi pengalaman dan membangun jaringan

Kepada dewan juri Yos meminta agar dapat melakukan penilaian yang obyektif, adil dan profesional.
“Juri tidak boleh ada kepentingan lain. Kepentingannya hanya satu. Obyektif. Yang bagus menang, yang kalah belajar lagi”, ujar dia.

Dua kategori lomba. 
Ketua panitia Pesparawi Andre Seran, melaporkan Pesparawi berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 12-14 Agustus 2025.

Peserta terdiri dari dua kategori yakni, Kategori A, dari gereja, instansi dan organisasi sedaratan Timor 18 tim. Kategori B. Gereja-gereja dari kabupaten Kupang sebanyak 23 peserta.

Tema Pesparawi, “Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu, sub tema, “melalui puji-pujian kepada Tuhan kita bangun semangat persatuan, kreativitas dan spiritualitas”. (Sintus).

  • Bagikan