Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kebesaran Sejati: Rendah Hati dan Mau Melayani

Para biarawati di Bello kusyuk ikut Misa, mengenang 40 meninggalnya Dominggus Bistolen.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Dominggus Bistolen tepat 40 hari meninggal pada Selasa (12/8/25).
Keluarga bersama Stasi Santo Agustinus Bello melakukan Misa syukur.

“Yang terbesar bukanlah mereka yang memiliki kekuasaan atau kedudukan tinggi, tetapi mereka yang rendah hati dan mau melayani sesama.”

Kutipan dari Injil Matius 18:1-5 ini menjadi peneguhan utama dalam perayaan Misa mengenang 40 hari wafatnya Dominggus Bistolen, umat Stasi Santo Agustinus Bello dari KUB Kanak-kanak Yesus, Selasa (12/8) malam.

Dalam homilinya, Pastor Yoakim Konis menekankan makna kasih Allah yang tak terbatas, sebagaimana diungkapkan dalam perumpamaan gembala yang meninggalkan 99 ekor domba untuk mencari satu ekor yang tersesat.

“Logika Allah tidak menghitung untung rugi. Tuhan menghendaki semua umat-Nya berbahagia, apa pun resikonya,” ujar Pastor Yoakim.

Kasih Tuhan menjangkau semua orang. 

Ia menambahkan, kisah Injil ini juga mengingatkan, kasih dan perhatian Tuhan menjangkau semua orang, termasuk mereka yang telah berpulang. Seperti almarhum Dominggus Bistolen yang malam itu dikenang.

“Hidup di dunia ini sementara. Jangan sampai kesombongan dan keangkuhan membuat kita buta akan hal-hal rohani. Dunia modern sering menjerumuskan kita hanya pada yang terlihat, padahal yang tak terlihat justru lebih abadi,” tegasnya.

Misa dihadiri keluarga besar almarhum. 

Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat ini dihadiri keluarga besar almarhum, umat stasi. Dan para sahabat yang hadir untuk mendoakan serta mengenang kebaikan hidup Dominggus.

Dalam suasana haru, pesan yang mengemuka adalah panggilan untuk rendah hati, melayani, dan mengasihi tanpa batas, sebagaimana teladan Kristus Sang Gembala Agung.(Goe).

  • Bagikan