KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ketua Kelompok Umat Basis (KUB) Sta. Maria Angela Stasi Bello, Frans Maksi, mulai melirik lahan kosong. Lahan itu berada di wilayah KUB Beato Carlo Acutis, RT 007/RW 003, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Sesuai kesepakatan lahan itu akan dijadikan kebun kolektif atau community garden.
Rencana ini lahir dari semangat kebersamaan umat untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi sumber pangan, ruang interaksi sosial, sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi.
“Kebun kolektif bukan sekadar menanam, tetapi membangun komunitas yang kuat, saling mendukung dan berbagi manfaat bersama,” ujar Frans, Sabtu (9/8/2025).
Frans menegaskan, inisiatif ini juga merupakan bagian dari program Seksi Pengembangan Ekonomi Umat Paroki yang digagas oleh Goris Takene.
Program ini mendorong setiap KUB untuk melakukan langkah nyata dalam pengembangan ekonomi umat, dimulai dari kebun bersama.
“Paling tidak, kebutuhan dapur seperti sayur-mayur bisa terpenuhi dari kebun ini. Kalau bisa lebih, hasilnya bisa dijual untuk menambah pemasukan,” kata Frans.
Kebun Kolektif memberikan banyak manfaat.
Dari sisi sosial, keberadaan kebun ini akan menjadi tempat berkumpul, mempererat tali silaturahmi, dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis antar warga.
Dari sisi psikologis, keterlibatan langsung warga akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam merawat kebun tersebut.
Selain itu, hasil panen nantinya diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan rumah tangga, sekaligus mengurangi beban pengeluaran harian.
“Kita ingin kebun ini memberi dampak nyata, baik secara ekonomi maupun kesehatan. Karena aktivitas berkebun juga menyehatkan tubuh dan pikiran,” tambahnya.
Frans Maksi mengajak seluruh anggota KUB dan warga sekitar untuk bergotong-royong dalam proses persiapan, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, hingga pengelolaan kebun.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, kebun kolektif ini akan menjadi contoh nyata pemberdayaan berbasis komunitas di tengah kota.
Wadah menumbuhkan persaudaraan.
Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, Kebun Kolektif KUB Sta. Maria Angela akan menjadi wadah produktif yang bukan hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, dan harapan baru bagi masyarakat pinggiran Kota Kupang. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




