KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi adalah jembatan utama yang menghubungkan satu individu dengan yang lain.
Melalui komunikasi, kita menyampaikan pikiran, perasaan, harapan, bahkan kekecewaan.
Namun, tak bisa dimungkiri, dalam proses ini seringkali terjadi gesekan saling salah paham, tersinggung, atau bahkan merasa disakiti.
Ini bukan hal yang luar biasa, justru sangat lumrah, karena setiap orang membawa latar belakang, nilai, dan cara pandang yang berbeda.
Ketersinggungan yang muncul dalam komunikasi sebenarnya adalah cerminan bahwa kita masih hidup dalam ruang sosial yang dinamis dan penuh makna.
Yang menjadi penting bukanlah menghindari konflik sepenuhnya, melainkan bagaimana kita menyikapinya dengan kedewasaan. Mampu mendengar secara aktif, memberi ruang klarifikasi, dan memilih kata dengan bijak adalah bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai anggota masyarakat.
Hidup bermasyarakat menuntut kita belajar memahami, bukan hanya ingin dipahami.
Maka, saat terjadi ketersinggungan, marilah kita belajar menahan diri sejenak, membuka hati, dan berusaha menenun kembali relasi yang sempat merenggang.
Justru dari konflik kecil itulah sering tumbuh pemahaman yang lebih dalam, jika kita menghadapinya dengan sikap saling menghormati.
Pada akhirnya, komunikasi yang sehat bukanlah komunikasi yang selalu mulus, tapi komunikasi yang tetap bisa menjalin keakraban di tengah perbedaan dan ketidaksempurnaan. (Goris Takene).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




