Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bukit Oel Neneno Bello Jadi Saksi Sejarah, BMKG dan Lembaga Cirma Teken Kerjasama Sekolah Iklim

Penandatanganan nota kesepakatan perjanjian kerja sama Sekolah Lapang Iklim.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTT terus menggalakkan program literasi yang menyasar peningkatan ketangguhan masyarakat petani dalam menghadapi dampak perubahan ancaman iklim. Salah satunya dengan terus menggalakkan Sekolah Lapang Iklim (SLI).

Untuk mendukung hal itu, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (Cirma) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTT menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) nota kesepakatan perjanjian kerja sama Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang akan segera di gelar di Timor Barat dengan melibatkan 6.000 petani kecil di 30 desa di Kabupaten Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Penandatangan itu di lakukan di puncak sumber mata air Oel Neneno Kelurahan Bello Kota Kupang di sela-sela peluncuran Program Penanaman Bibit Pohon di sumber mata air Bello Kamis, (23/3/2025).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji mengatakan, BMKG berkolaborasi dengan Lembaga Cirma NTT dan berbagai pihak untuk melaksanakan Sekolah Lapang Iklim (SLI).

Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petani dan penyuluh pertanian terhadap informasi iklim.

“Sekolah Lapang Iklim (SLI) merupakan salah satu upaya BMKG dalam meningkatkan literasi iklim dan desiminasi informasi iklim untuk petani. Hal ini sesuai Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, yaitu pengamanan produksi beras Nasional dalam menghadapi kondisi iklim ekstrim,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Sekolah Lapang Iklim sejalan dengan program Nawacita, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

Sementara, John Mangu Ladjar Direktur Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (Cirma) NTT pihaknya dan BMKG mengambil tempat di Sumber Mata Air Oel Neneno dan Oel Nepaut karena Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang juga masuk dalam program pendampingan petani kecil.

“Benar kalau hari ini penanaman bibit pohon di sumber mata air yang ada di Bello sini sekaligus dilakukan penandatangan nota kesepakatan kerjasama untuk kegiatan Sekolah Lapang Iklim di Timor Barat bagi 6.000 petani kecil yang ada di 30 desa. Kira-kira seperti itu,” jelas Ladjar.

Dia berharap, dengan adanya sekolah lapang iklim bagi petani nantinya petani bisa mendapatkan informasi iklim untuk pertanian.

“Ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan serta informasi bagaimana petani dapat menyesuaikan strategi dan pola tanam pada saat terjadi iklim ekstrim”, pungkas dia. (goe).

  • Bagikan