OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Komunitas Doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Cabang Kapela Santa Theresia Dari Avila Desa Usapi Sonbai Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang NTT resmi dibentuk.
Acara pembentukan berlangsung Minggu, (16/2/2025) usai perayaan misa bersama yang dipimpin Pastor Pendamping Komunitas Doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) untuk Keuskupan Agung Kupang RD Longginus Bone di Kapela Santa Theresia dari Avila Usapi Sonbai Nekamese.
Pada kesempatan itu RD Longginus sekaligus sebagai pastor Paroki Santu Fransiskus dari Assisi Kolhua Kota Kupang mengingatkan kepada balasan anggota baru Sahabat SMGM Usapi Sonbai untuk tidak segan dan ragu dalam melayani Tuhan melalui kelompok Doa SMGM.
SMGM merupakan salah satu kelompok doa kaum awam di Paroki Santu Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang yang keberadaannya resmi dan diakui dalam hirarki gereja Katolik terbukti ada Pastor Moderator atau pastor Pendamping SMGM yang ditugaskan langsung oleh Uskup Agung Kupang Mgr Hironimus Pakaenoni.
“Bapak mama anggota Sahabat SMGM Usapi yang baru dibentuk jangan takut dan ragu melayani Tuhan melaluj Kelompok doa kaum awam SMGM ini karena ini kelompok kaum awam resmi, kalau sudah maju, majulah terus,” pesan Romo Dus sapaannya.
Bahkan dalam kotbahnya saat misa RD Longginus atau Romo Dus sempat sheringkan pengalaman iman bersama SMGM yang luar biasa terbukti kuat mujizat yang terjadi pada dirinya belum lama ini. Sebab dengan karya-karya Almarhum Mgr Gabriel Manek semasa hidupnya saat ini terus dihidupkan dan dengan gencar digalakan oleh seluruh anggota SMGM dunia, termasuk tarekat Suster-Suster PRR yang didirikan oleh Mgr Gabriel Manek seperti gerakan karya lima (5) M yakni; Mengunjungi, Mendengarkan Menghibur, Menyentuh dan Mendoakan (5.M).
Sementara itu Ketua SMGM Cabang Assisi Kolhua Kota Kupang, Adrianus Ceme sekaligus Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Fransiskus Assisi Kolhua mengatakan, Kapela Usapi Sonbai Nekamese Kabupaten Kupang, merupakan bagian dari Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, memandang perlu dibentuk satu cabang SMGM baru, karena niat dan keinginan umat di Kapela Santa Theresia Avila untuk bergabung.
“Hari ini kita bentuk satu cabang SMGM yang baru di sini karena kapela ini bagian dari paroki kita serta niat dan keinginan banyak umat sendiri,” ucapnya.
Dia mengatakan, dalam kelompok doa kaum awam SMGM ini yang dibutuhkan adalah niat untuk melayani Tuhan melalui sesama. Karena di dalam kelompok doa SMGM ada karya-karya nyata dari Mgr Gabriel Manek yang dihidupkan sampai sekarang ini seperti mengunjungi orang-orang kecil dan melayani mereka yang sekarang kita namakan gerakan Lima (5) M.
“Dengan gerakan karya lima em yang dihidupkan terus kita percaya bahwa dalam setiap kondisi kita, juga membutuhkan orang lain, sebagaimana cerita injil Lukas, Maria mengunjungi Elisabet, peristiwa ini menunjukkan bahwa Maria peduli dengan keadaan Elisabet sama dengan kondisi kita saat ini, sehingga perlu kita saling berbagi sesuai karya yang pernah dilakukan Monsinyur Gabriel Manek,” ucapnya.
GEREJA KATOLIK DUNIA MENCATAT, ADA HAMBA ALLAH DARI TIMOR
Sementara itu Penasehat Umum Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Dr Anton Bele pada kesempatan itu menjelaskan, sekarang ini Gereja Katolik dunia telah mencatat, almarhum Mgr Gabriel Manek oleh Vatikan telah digelar Hamba Allah (Nulla Osta) dari Timor.
Merupakan rentetan atau bagian dari proses pemberian gelar orang Kudus.
Lalu apa itu Nulla Osta atau Hamba Allah adalah pemberian gelar yang diberikan kepada para imam biarawan/biarawati karena berdasarkan penilain autentik gereja Katolik sesuai bukti-bukti yang disyaratkan oleh gereja.
Salah satu bukti, Monsinyur Gabriel Manek layak diberi Gelar Hamba Allah karena, Monsinyur meninggal pada tahun 1989 di Amerika Serikat dan telah 17 tahun dimakamkan. Tetapi pada saat makamnya digali dan jenasahnya diangkat ditemukan jasat dari Hamba Allah Gabriel Manek itu masih utuh.
Pada 2007 jenasah dibawa ke Kupang NTT dan saat ini dimakamkan dekat rumah induk PRR di Larantuka Flores Timur.
“Dan banyak mukjizat lain karena perantaraan doa Mgr Gabriel Manek telah terbukti.
Dalam gereja Katolik ada tiga kategori sebelum seseorang ditetapkan sebagai orang Kudus yakni,
1. Nulla Osta (Hamba Allah)
2. Beato/Beata (berbahagia)
3. Santo/Santa (Kudus), proses demi proses tidak gampang karena memakan waktu cukup lama,” jelas Anton Bele.
Pembentukan cabang SMGM Nekamese diakhiri dengan penyerahan atribut dan sejumlah perlengkapan buku doa dan novena yang juga dihadiri pengurus SMGM Assisi, Bello dan Noelsinas dan diakhiri dengan ramah tamah bersama.
Pengurus SMGM Cabang Santa Theresia dari Avila Nekamese Kabupaten Kupang;
Penasehat : Hipolipus Siki
Ketua: Siprianus Bana
Wakil: Adrianus Humsibu
Sekretaris: Maria Marteda Takene
Liturgi: Milka Humsibu. (Goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




