KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memberikan alasan kepada masyarakat pesisir, terhadap terjadinya banjir Rob.
Peringatan ini berlaku untuk tiga hari kedepan sejak hari ini Kamis (13/2/25).
Sebagaimana dijelaskan, Banjir Pesisir (Rob) adalah peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya tergenang oleh air laut
Akibat adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 12 Februari 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang dan potensi curah hujan, dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Nusa Tenggara Timur berupa potensi banjir pesisir (rob).
Masyarakat pesisir pantai dihimbau WASPADA adanya potensi fenomena BANJIR PESISIR (ROB) yang diprediksi terjadi pada tanggal 13-15 Februari 2025 di wilayah berikut: pesisir pulau Flores, Alor, Sabu Raijua, Suumba, dan Timor Rote.
Hal ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di Pelabuhan, aktivitas di pemukimam pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.
(SUMBER INFORMASI PASANG SURUT: PUSHIDROSAL).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




