Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jadi Misdinar, Ariyanto Tuan, “Gugup Tapi Senang”

RD Dus Bone bersama Misdinar usai Misa.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ada yang berbeda dari Perayaan misa pertama dan kedua Hari Minggu biasa ke-5 tanggal 9 Februari 2025 di Stasi Santu Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang NTT.

Itu karena semua pelayan Altar atau Misdinar atau sering disebut Ajuda semuanya bapak-bapak rumah tangga.

Usai misa pertama salah satu Misdinar Aryanto Tuan mengaku, sempat gugup dan deg-degan namun senang.

“Sudah lama saya tidak masuk gereja itu benar dan baru hari ini ikut misa langsung kami diminta romo jadi ajuda sempat gugup dan deg-degan tetapi ini saya senang karena keren,” ucapnya sambil melempar senyum usai foto bersama.

Hal sama juga diungkapkan Yoakim Monis Mota yang mengaku sempat keringatan saat melayani romo di altar.

“Benar saya jarang datang misa dan hari ini ke gereja langsung jadi misdinar membuat saya sempat keringat dingin,” katanya.

Sementara itu Pemimpin Komunitas Suster-Suster Fransiskan OHFS Indonesia Sr Mercy mengucapkan profisiat atas penampilan pertama oleh sejumlah bapak-bapak sebagai misdinar.
Menurut dia, penampilan mereka cukup bagus tetapi perlu dilatih lagi.

“Menurut saya penampilan kamu cukup bagus hari ini sebagai misdinas dari kelompok bapak-bapak keren, tetapi perlu dilatih lagi,”ucap Suster Mercy memberi pujian

Pastor Paroki menyampaikan terimakasih kepada beberapa bapak-bapak yang bersedia melayani Tuhan dengan menjadi Misdinar hari ini, meskipun baru dihubungi kemarin.

“Kemarin saya hubungi dari rumah ke rumah ada yang bersedia ada yang tidak bersedia dengan berbagai alasan, tetapi hari ini saya sampaikan terimakasih untuk beberapa bapak-bapak ini yang bersedia melayani dengan senang hati. Meskipun saat latihan ada kesalahan, tetapi ada kerelaan untuk Tuhan,” imbuh Romo Dus semangat.

Perayaan misa Pertama di Bello saat itu dipimpin dua orang imam yakni RD Peter Seto Dai dari Paroki Kristoforus Baa Rote Ndao yang kebetulan berada di Kupang dan RD Longginus Bone Pastor Paroki Kolhua.

Romo Peter dalam kotbahnya mengatakan, untuk melayani Tuhan dibutuhkan keberanian untuk mewartakan sabda Tuhan.
Sebagaimana nelayanan yang memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menjadi murid Tuhan dalam bacaan hari ini.
Sebab jaman sekarang banyak orang enggan menjadi pelayan bagi Tuhan melalui gereja
Dengan berbagai dalih atau alasan.

“Penggilan untuk mewartakan injil tidak harus di tempat-tempat suci tetapi juga bisa di tempat tempat kehidupan dunia, karrna
Kita punya panggilan sendiri-sendiri untuk saling berbagi melayani,” tegas Romo Peter.

Yang menarik penampilan perdana lima orang bapak-bapak sebagai Misdinar didampingi dua pengurus stasi yakni, Kiik Erens dan Lukas Inta, ratusan mata umat yang hadir turut menyaksikan penuh hikmat.

Tugas dan peran misdinar dalam perayaan ekaristi, yaitu sebagai Pelayan Altar. Pelayan dalam pengertian Gereja adalah orang yang melayani Tuhan dan umatnya. (goe).

  • Bagikan