Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Anggota TNI-Polri, Terkonsentrasi di Batas Negara Dengan Senjata Lengkap, Ada Apa ?

Satgas pamtas RI-RDTL dan anggota Polsek Amfoang Timur, saat melakukan patroli di batas negara.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Sekira belasan personil TNI AD dan Polisi dengan senjata di tangan berkumpul di perbatasan RI- RDTL Senin (21/10).

Mereka adalah Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Arhanud 15 Semarang bersama Polsek Amfoang Timur, Polres Kupang.

 

Ada apa di perbatasan ?

Ternyata mereka di sana dalam rangka melaksanakan patroli gabungan di tapal batas kedua negara.

Patroli berlangsung Senin (21/10) menyusuri Sungai Noelbesi yang menjadi batas alam antara wilayah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dengan Citrana Distric, Oecusse, RDTL.

 

Patroli gabungan ini dipimpin oleh Komandan Kompi Arhanud 15 Semarang, Kapten ARH Amirudin, dan Kapolsek Amfoang Timur, Ipda Thomas M.W. Radiena, S.H., M.H.

 

Sebanyak 9 personil dari Satgas Arhanud 15 Semarang dan 6 personil dari Polsek Amfoang Timur ikut dalam kegiatan tersebut.

Selain melakukan pengawasan sepanjang 2 kilometer di sekitar perbatasan, tim patroli juga melakukan pengecekan terhadap Border Sign Post (BSP) nomor 38 untuk memastikan kondisi penanda batas negara tetap terjaga. Patroli ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan stabilitas keamanan di kawasan perbatasan, khususnya menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Kapten ARH Amirudin menjelaskan, kegiatan patroli ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan menjelang Pilkada.

 

“Keamanan di wilayah perbatasan sangat penting untuk kami jaga, terutama jelang pesta demokrasi yang akan dilaksanakan bulan depan. Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap aman dan kondusif,” ungkap Kapten Amirudin.

Sementara itu, Kapolsek Amfoang Timur, Ipda Thomas Radiena, menambahkan, kerja sama antara TNI dan Polri di perbatasan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keamanan negara.

 

“Kolaborasi antara personil TNI dan Polri sangat penting, terutama di wilayah perbatasan yang rawan terhadap gangguan keamanan”, kata dia.

 

“Patroli gabungan ini menjadi salah satu upaya preventif kami untuk menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan masyarakat”,” tambah Ipda Thomas.

Dengan adanya patroli gabungan ini, diharapkan situasi di wilayah perbatasan tetap terkendali dan aman hingga Pilkada serentak mendatang.

Patroli ini akan terus dilakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada gangguan keamanan yang bisa mengancam stabilitas wilayah perbatasan RI-RDTL. (Ss).

  • Bagikan