KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Ketua Taman Bacaan Masyarakat Kota Kupang Agung Hermanus Riwu, S.Pd membuka kegiatan Lokakarya Pengelolaan Komunitas Penggerak Literasi Jumat, (4/9/2024).
Pada kesempatan itu Agung Riwu mengatakan,
semenjak pemerintah mengeluarkan peraturan dari Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional pada akhirnya semua mesti mengakui bahwa Literasi dan Vokasi pendidikan itu sangat penting.
“Termasuk kurikulum Merdeka sebenarnya kalau mau jujur rohnya ada pada Pendidikan Nonformal yang sudah berjalan selama ini”, kata dia.
Guru pada SMPK Giovani Kupang itu mengharapkan setiap pengelola dan pemerhati mesti miliki jiwa sukarela atau rela berkorban demi mencerdaskan masyarakat Indonesia yang literat.
“Teman-teman sekalian kerja-kerja kita penuh pengorbanan tetapi kita tidak banyak membutuhkan belas kasihan sebab Yakin saja bahwa Tuhan akan menghitungkan lelah anda”, harapnya.
Menjadi Pengelolah TBM Yang Literat
“Di luar sana banyak yang berpendidikan tinggi tetapi kurang literat bahkan mungkin saja tidak literat, karena itu, sebagai pengelolah dan aktivis Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Nusa Tenggara Timur mesti dan dituntut punya pemahaman literasi atau literat”.
Hal ini dikatakan Polikarpus Do saat berbicara dalam Lokakarya Pengelolaan Komunitas Penggerak Literasi dengan Thema Gerakan Literasi Sebagai Aktivitas Yang Mencerdaskan dan Menyenangkan di Kupang.
Menurut Polikarpus setidaknya ada sejumlah poin. Salah satunya soal kemampuan mengelola. Sebab dengan demikian pemberdayaan program dalam lembaga TBM bisa berjalan lancar sesuai visi dan misi lembaga TBM meskipun fleksibel.
Kita semua pegiat literasi
Bicara soal pengelolaan tentu bicara soal managemen secara menyeluruh terutama program dan layanan yang bersentuhan langsung dengan anak-anak dan masyarakat umum.
TBM juga mesti dimanage dengan baik sebagai tempat tidak saja belajar tetapi juga sebagai ruang rekreasi.
Predikat Kota Kupang secara umum masih kategori merah soal nilai akademik
Ruang Literasi yang ada mesti diaktifkan, sehingga menjadi Aktivitas Literasi yang mencerdaskan dan menyenangkan
“Untuk menguasai suatu negara mesti hancurkan dulu generasinya.
Karna itu hari ini kita ada di sini untuk Lokakarya pengelolaan Penggerak Literasi”, pungkas dia.
Kegiatan dihadiri 20 orang peserta. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




