OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Pemerintah Kabupaten Kupang bersama BKKBN Provinsi NTT menggelar Pelatihan teknis tim percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat kecamatan tahun 2024.
Kegiatan berlangsung di aula kantor Bupati Kupang Kamis (3/10).
Penjabat Bupati Kupang Alex Lumba ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, Kegiatan hari ini sangat bermanfaat karena permasalahan stunting ini isu nasional.
“Angka stunting kita makin hari makin meningkat.2024 Pebruari 13 Persen lebih. Agustus penimbangan data naik. 19 persen lebih. Ini kita harus cari sumber permasalahannya di mana. Setelah itu kita ambil langkah konkrit.
Meski menyatakan ada kenaikan angka stunting, namun Penjabat Bupati Kupang tidak begitu saja percaya.
“Ada human eror, alat atau manusianya. Saya sendiri tudak bisa baca. Saya coba di Naibonat.
Kenaikan itu juga mungkin karena alat atau manusianya”, ucap dia.
Alex menjelaskan, dirinya sudah memerintahkan untuk dilakukan intervensi.
“Dalam sebuah rapat saya minta kita intervensi di puskesmas, pustu atau ke rumah rumah. Apakah sudah dilakukan atau belm.
Itu kesepakatan wajib karena kita sudah diperintah gubernur untuk melakukan gerakan penanganan stunting, kemiskinan dan kemiskinan extrem. Saya dapat laporan, ada puskesmas yang belum lakukan apa-apa”, ujar Lumba.
Pada kesempatan itu penjabat bupati sempat menghitung para Kepala Puskesmas.
“Kapus yang hadir 20 kurang 6. Mudah-mudahan mereka tidak datang ini turun ke lapangan. Jangan sampai tidur di rumah dan tidak hadir. Dari 26 ini siapa sudah PMT. 20 puskesmas. Ini kerja kemanusiaan”, kata Alex mengingatkan.
“Laporan dari kadiskes ada yang sudah ambil uang tapi belum bergerak. Saya kasihtau dalam wktu dekat saya mutasi. Saya tidak segan nonjob. Para camat ini prioritas. Saya sudah dapat izin mendagri. Tidak ada bilang Pj. tidak bisa mutasi”, terang dia.
“Kita ada grup stunting. Sampai hari ini tidak ada pergerakan. Jangan berpikir saya tidak pantau. Setelah ini saya minta data PMT dan ukur timbang”, tambah dia.
Alex juga berang karena ada camat yang tidak hadir dalam forum tersebut.
“Camat 19 hadir. 5 tidak hadir. Apakah undangan sudah sampai atau belum.
Camat, tolong ini perhatian kita. Karena dari struktur (TPPS) camat itu ketua. Berarti dia harus tau dan dapat laporan”, ujar dia.
Ia minta para camat tidak berpolitik praktis.
“Camat jangan urus pilkada. Termasuk diantara 5 camat (yang tidak hadir-red) itu ada yang kampanye paket tertentu. Kades juga. Kita sudah ikut deklarasi. Ini serius. Pemerintah tidak gila lakukan deklarasi. Kami pj. diundang bicara netralitas. Semua yang di sini saya sudah tau. Camat A dimana, B di mana. Boleh hadir tapi jangan hadir hanya di satu paket. Camat Amarasi Barat ya”, tegas dia.
Mengenai jabatan eselon II yang lowong ia mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan seleksi terbuka.
“5 jabatan masih lowong bisa diselter. Saya sudah dapat perintah. Termasuk seleksi sekda. Sudah 2 tahun lowong. Saya sudah dapat izin. Juga mutasi dan demosi terhadap eselon 3 dan 4. Dalam waktu dekat saya lakukan. Kita kerja saja”, pungkas dia. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




