Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Setelah Viral, Selendang Hasil Karya Masyarakat Bello Dicari, Pengrajin Tenun Ikat, Senang

Kadis Dikbud Kota Kupang Dumul Djami tampil dengan shal masyarakat Penenun asal Bello Kota Kupang. Selendang motif NTT diburuh setelah viral karena menjadi hadiah bagi Paus Fransiskus lewat jubir P. Markus Solo Kewuta, SVD.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – “Saya sangat senang dan terimakasih karena beberapa orang sudah belanja selendang ke sini. Kebanyakan mereka suka karena selain corak motif dan warna menarik juga karena sebelumnya gereja melalui salah satu umat belanja selendang di sini untuk Bapak Paus Fransiskus”.

Demikian ungkap Mitrawangsa Biri (35) salah satu pengrajin tenun ikat di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT Selasa (17/9/24).

Saat ditemui di kediamannya ama Mira demikian sapaannya mengaku, motif yang dipilih untuk Paus saat itu merupakan motif dari Bello, yang dikerjakan sendiri bersama istri secara manual karena sudah merupakan mata pencaharian.

“Motif yang dipilih untuk Bapa Paus kemarin itu dari Bello kami kerjakan sendiri bersama istri karena itu pekerjaan utama kami dalam keluarga selain menjual sayur,” tambahnya.

Harga yang dipatok menurut ama Mira berkisar Rp.50.000 – Rp.150.000 per selendang sesuai dengan corak motif dan lebar.

Hal sama juga diungkapkan Nathan Djami (44).

Ia mengaku, setelah Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ada beberapa keluarga yang datang membeli selendang corak kuning yang dikenakan Juru bicara Paus.

“Betul pak kemarin ada yang datang cari, katanya yang dipakai oleh pembantu Paus Fransiskus yang warna kuning dan kami sempat jual empat lembar,” jelasnya.

Djami menambahkan, keseharian hampir menghabiskan waktu membantu istri memintal dan menenun sebagai mata pencaharian utama keluarga.

Unik Karena di tempat itu pemintalan sampai menenun dikerjakan laki-laki

Soni Tokan (46) salah satu warga Kolhua Kota Kupang, belum lama ini memborong satu lusin (12) lembar selendang dari pengrajin tenunan yang sama di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

“Iya benar setelah saya baru saja membeli 12 buah, untuk suatu acara, itu karena kami membaca salah satu media ternyata selendang yang digunakan Pater Marco Juru Bicara dan penerjemah Paus Fransiskus corak motif dan warna menurut saya menarik dan soal kwalitas tidak diragukan lagi karena manual dikerjakan menggunakan tangan manusia,”jelas Tokan yang dihubungi via telp.

Menurut Tokan, ia memilih selendang jenis itu karena selain cepat didapat juga karena sedang viral, sebab digunakan oleh salah satu penghuni Vatikan.

“Yang menarik juga karena proses penenunan tidak saja dikerjakan oleh ibu-ibu tetapi di tempat itu, ada bapa-bapak yang juga ikut memintal dan menenun,”ujarnya.

Sementara itu, Dumuliahi Djami (56)
Salah satu warga Oesapa Kota Kupang juga tak ketinggalan. Ditemui di kantornya Selasa, (17/9/2024) ia mengaku, setelah membaca di media dirinya minta dibelikan selendang yang sama, yang dipakai oleh Juru Bicara Kepausan saat berkunjung di Asia.

“Saya tertarik dengan pemberitaan media dimana Juru Bicara Paus menggunakan Selendang buatan pengrajin Kota Kupang, yakni dari pengrajin di Kelurahan Bello, sehingga saya minta salah satu teman untuk belikan dan tadi saya beli 6 lembar atau setengah lusin,” jelas Djami.

Sebelumnya diberitakan selendang yang dikenakan Pater Markus Kewuta, SVD saat berkunjung ke Singapura pekan lalu, merupakan selendang yang dibeli salah satu gereja lewat umat di Bello dan dikirim ke satu keluarga di Denpasar Bali.
Tiga lembar selendang yang dibeli dari pengrajin di Bello itu kemudian dibawah ke Singapur saat Paus Fransiskus berkunjung di sana setelah dari Indonesia dan Timor Leste.

 

Selendang diserahkan kepada Paus melalui Juru bicaranya Pater Markus Kewuta, SVD. (Sintus/goe).

  • Bagikan