Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sampaikan Pidato pembangunan NTT, Pj. Gubernur: “Pertumbuhan Ekonomi NTT, Terbaik Kedua Tingkat Nasional”

Pj. Gubernur NTT, Ayodhia G.L.Kalake saat menyampaikan pidato pembangunan Kamis (15/8/24).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Pemerintah provinsi NTT menggelar pidato Pembangunan provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pidato berlangsung di aula Eltari Kupang Kamis (15/8/24).

 

Pj. Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake pada kesempatan itu membeberkan sejumlah keberhasilan selama memimpin NTT.

Ia memulai pidatonya dengan capaian di bidang ekonomi.

 

“Tingkat pertumbuhan ekonomi pada tri wulan II sebesar 4, 35 persen sedikit berada di bawah pertumbuhan nasional namun bila dibandingkan tri wulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 7, 35 persen. Pertumbuhan ekonomi NTT ini berlangsung dalam Inflasi yang dapat dikendalikan, dimana pada Juli 2024 inflasi NTT sebesar 0, 85 persen (yoy)”, kata Pj. Gubernur.

“Ini merupakan prestasi karena NTT adalah yang terbaik kedua diantara seluruh provinsi di Indonesia”, ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

 

“Hal ini diikuti prosentase kemiskinan yang menurun dari 19, 96 persen 2023 menjadi 19, 48 pereen atau 1.13 juta orang pada Maret 2024. Ini berkurang 0, 48 persen atai 13, 54 ribu orang”, terang dia.

 

“Sementara untuk tingkat kemiskinan ekstrem 2023 mencapai 3, 93 persen atau menurun 2, 63 persen dibandingkan pada tahun 2022”, tambaj dia.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap fokus melawan musuh endemik yang sekian lama mendera NTT yakni Tengkes (stunting), kemiskinan dan keterbelakangan, secara sungguh-sungguh, dengan memanfaatkan segala kekayaan sumber daya yang dimiliki.

 

Ia tidak lupa membeberkan capaian di bidang kesehatan yang merupakan hal paling penting dalam mendorong pembangunan NTT.

 

Dalam bidang kesehatan ia mengatakan, peningkatan derajat kesehatan menjadi aspek penting dalam meningkatkan sumber daya manusia NTT.

Upaya untuk membangun kesehatan ini dimulai sejak dalam kandung ibu.

 

“Kami menyadari bahwa angka stunting di NTT, masih tergolong tinggi. Berdasarkan data yang dirilis kementrian kesehatan prevalensi stunting 2023 mencapai 37, 9 persen. Sementara itu data Februari 2024 angka prevalensi Stunting mencapai 15, 2 persen atau 61. 961 anak stunting.

 

Menurut dia, pemerintah NTT terus berupaya menurunkan prevalensi stunting melalui kerja kolaborasi dan konvergensi melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita menargetkan penurunan stunting pada 2025 sebesar 4, 8 persen”, tegas dia.

 

“Kami juga terus berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan anak melalui berbagai upaya penguatan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan”, tambah dia.

 

Angka kematian ibu tahun 2023 sebanyak 135 kasus atau menurun, dibandingkan tahun 2022 sebanyak 171 kasus.

 

“Sampai dengan Juli 2024 terdapat 71 kasus”, terang dia.

Kasus kematian bayi 2023 juga mengalami penurunan yakni 1.065 kasus dibandingkan 2022 sebanyak 1.139 kasus.

 

“Sampai dengan Juli 2024 jumlaj kasus kematian bayi sebanyak 521 kasus”, kata dia.

Pemerintah provinsi juga terus berupaya untuk menekan laju penyakit endemik seperti malaria dan DBD.

 

Ia menyebut pihaknya akan mempromosikan 4 pilar strategi dan pengendalian.

 

Pertama, memperkuat surveilens didukung laboratorium yang memadai.

 

Kedua memperkuat penatalaksanaan penderita di fasilitas kesehatan.

Ketiga, meningkatkan pemberantasan vektor secara terpadu dengan masyarakat.

 

Keempat, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak dalam pencegaHan dan penanggulangan KLB.

 

Ia mengstakan, Pada tahun 2023 jumlah kasus Malaria mengalami penurunan sebanyak 6.968 dengan kasus kematian sebanyak 4 orang dibandingkan sengan tahun 2022 sebanyak 15. 812 kasus dengan 9 kematian.

 

“Hal yang sama untuk kasus DBD 2023 mengalami penurunan menjadi 2.652 kasus dengan jumlah kematian 15 kasus dibanding 2022 sebanyak 3. 376 kasus dengan kematian sebanyak 29 orang meninggal dunia”, sebut dia.

 

“Kita patut berbangga bahwa mulai Oktober 2023 Pemerintah pusat menetapkan NTT khususnya kota Kupang sebagai salah satu kota pilot project implementasi Wallbachia untuk mengatasi penyebaran penyakit DBD.

Selain bidang kesehatan Pj. Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake juga membeberkan berbagai keberhasilan di bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi dan sektor pembangunan lainnya.

 

Pada akhir pidato ia menyampaikan, waktu setahun tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Ia memohon dukungan dari seluruh masyarakat dalam menyukseskan berbagai program pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Pidato Pembangunan NTT berlangsung di bawah tema, “Nusantara Baru Indonesia Maju”.

Sub tema “Nusa Tenggara Timur Maju dan sejahtera menyongsong indonesia emas 2045”.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-79.

Merdeka !! (Sintus).

  • Bagikan