Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Melki Laka Lena Ajak Masyarakat Gunakan BPJS Kesehatan Saat Sakit dan Sehat

Waket Komisi IX DPR RI sekaligus Bakal Calon Gubernur NTT Melkiades Laka Lena saat menyampaikan materi pada sosialisasi Program JKN KIS di aula Kopdit Solidaritas Selasa (9/7/24) malam.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Siapa tak kenal Emanuel Melkiades Laka Lena. Jagat NTT bahkan se-Indonesia mengenal putra NTT ini.

Dia anggota DPR RI periode 2019-2024 dan terpilih lagi untuk periode lima tahun kedepan.

Saat ini ia ditugaskan partai Golkar untuk maju sebagai calon Gubernur NTT periode 2024-2029.

Demi mendapat simpati rakyat Ia rajin turun ke bawah menggandeng BPJS Kesehatan cabang NTT.

Dalam sebuah sosialisasi di aula Kopdit Solidaritas ia mengajak masyarakat untuk menggunakan BPJS baik saat sakit maupun sehat.

“Dengan jadi peserta BPJS Kesehatan kita memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan, baik di Rumah Sakit, praktek dokter, bidan jika berijin bisa”, ujar Melkiades Laka Lena saat tampil sebagai pemateri Selasa (9/7/24).

“Kadang kita berpikir hanya saat sakit. Saat sehat pun bisa, periksa kesehatan secara gratis”, tegas dia.

Menurut dia, aspek promosi kesehatan harus didorong.

 

“Pola hidup kita di NTT adalah pola hidup orang sakit. Makan daging ukur kuat, mete, miras ukur kuat”, ujar Ketua tim pemenangan prabowo – Gibran itu.

Abang Melki, demikian ia biasa disapa mengatakan, pada era Jokowi implementasi jaminan sosial kesehatan semakin membumi.

“Saya pastikan di era Prabwo-Gibran pasti jalan”, ujar dia yakin.

Pada akhir arahannya, MLL menyampaikan terima kasih kepada kawula muda dan masyarakat yang hadir dalam sosialisasi itu karena telah menghantarkannya kembali di gedung DPR RI.

“Terima kasi sudah antarkan kembali saya jadi anggota DPR RI periode berikut. Juga sebagai Ketua Tim pemenangan Prabowo Gibran kita menghantar beliau berdua jadi presiden-wakil presiden”, ujar dia.

“Saya diminta untuk menjadi calon gubernur. Saya diganti Umbu Rudi Kabunang dari Sumba. Saya maju pilgub mohon dukungan dan doa restu”, harap abang Melki.

 

Ka BPJS cabang Kupang, Ario Trisaksono mengatakan, program BPJS Kesehatan hadir untuk memproteksi kesehatan masyarakat.

“BPJS proteksi kesehatan kita. Yang sehat membiayai yang sakit, karena itu kepatuhan bayar yuran perlu diperhatikan, untuk membabtu saudara kita yang sakit”, kata Ario.

Menurit dia, Peserta BPJS Kesehatan mempunyai hak menentukan faskes di mana dia mau berobat.

“Tiap 3 bulan mau pindah bisa. Yang tidak boleh pindah itu yang dibiayai oleh pemerintah. Yang mandiri bisa”, jelas dia.

 

Ario mejelaskan, saat ini pelayanan kesehatan cukup dengan menunjukkan KTP.

 

“Tunjukkan KTP saja sudah bisa berobat. Jika ada faskes yang masih mewajibkan kartu BPJS tolong beritau kami.
Jangan sungkan-sungkan hubungi kami. Kalo tidak kami tidak tau. Jika faskes tidak beri layanan tolong beritau kami”, imbau dia.

“Jika yang mempekerjakan atau pengusaha tidak mendaftar BPJS tolong beritau. Pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya”, tambah dia.

 

“Peserta JKN KIS ada 2.
1. penerima bantuan yuran. Setiap bulan tdak keluarkan uang tapi aktif. Biaya pemerintah. Kalo suruh bayar kasihtau, kita tegur. Tapi fasilitas kelas 3. Tidak boleh naik kelas. Kita pernah putuskan hububgan dengan RS Siloam selama 3 bulan. Kita tidak main-main”, tegaz dia.

 

“Kedua bukan penerima bantuan. Bukan penerima upah. Bayar sendiri 100 ribu untuk kelas 2 untuk 1 orang. 150ribu/orang/bulan untuk kelas 1. 35 ribu/jiwa/bulan kelas 3”, jelas Ario.

“Pemberi kerja wajb mendaftarkan pekerja.
Pembayaran uran, Pemberi kerja 5 persen pejerja 1 persen. Kalo dari segmen ini jangan sia-siakan. Sudah potong gaji harus manfaatkan untuk akses kesehatan”, tambah dia.

 

Lantas bagaimana dengan Kepesertaan yang tidak aktif pak Ario ?

“segera lunasi tunggakannya. Bisa bayar langsung kalo sedikit. Kalo besar bisa dicicil, lewat program rehab”, ujar Ario.

Ia menyambut baik pihak Kepolisian yang mulai menerapkan kewajiban masuk BPJS Kesehatan.

Menurut dia, saat ini 5. 500. 000 jiwa penduduk NTT sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Data sudah masuk tapi tidak semua aktif. Menunggak. 3 juta aktif karena biaya pemerintah.
2.500 ada yang aktif ada yang tidak. Saya minta aktifkan BPJS Kesehatan sebelum sakit”, pungkas Ario.

Hadir pada kesempatan itu paduan Suara pendidikan musik Unika, Sanjose Choir, kaum muda gereja Laharoi Tofa, masyarakat umum dan awak media. (Sintus).

  • Bagikan