Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ingin Miliki Ketrampilan Menjahit, Kesia Serius Ikuti Arahan Instruktur

Kesia Ali, peserta kursus menjahit.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Kesia Ali (16) salah satu peserta kursus menjahit nampak serius mengikuti arahan instruktur menjahit pola yang sudah dibentuk.

Lulusan paket A itu ikut dalam kegiatan kursus menjahit dasar yang digelar SKB PNFI Kota Kupang, Rabu, (12/6/2024).

 

Kepada media ia mengaku, motivasi mengikuti kursus menjahit supaya mengetahui bagaimana cara memotong pola dan cara menjahit dasar karena selama ini ia memiliki keinginan untuk bisa memiliki ketrampilan menjahit.

“Dengan ketrampilan ini dapat membangkitkan semangat kerja saya, paling tidak bisa jahit pakaian sendiri di rumah,” ujarnya polos.

Ia berharap, ada pelatihan lanjutan ke tingkat mahir sehingga dirinya dan rekan-rekan peserta lain bisa lebih mahir dan lebih trampil menjahit untuk menjadi bekal hidup nanti.

Hal yang sama juga diungkapkan, Aneke Kolo (23).

 

Ia berharap, pihak penyelenggara dalan hal ini SKB Kota Kupang dapat meningkatkan kegiatan kursus yang diikutinya ke tingkat mahir.

“Saya baru kali ini ikut kursus semoga SKB ada pelatihan lanjutan ke tingkat mahir supaya kami bisa diikutkan kembali. Sehingga nanti kalau punya modal bisa buka usaha menjahit di rumah,”harapnya.

 

Sementara itu Linda Monmeru (42) instruktur kursus menjahit di SKB Kota Kupang mengaku, sebagaian besar peserta kursus sejak awal memang memiliki antusiasme yang besar.

Menurur dia, Sejak awal mulai dari cara memotong pola hingga cara mendayung dan menjahit peserta mengalami kesulitan tetapi setelah mendapat arahan akhirnya semuanya bisa dan memiliki kemampuan yang baik.

 

“Saya melihat dari awal memang mereka kesulitan tetapi karena ada keinginan akhirnya semuanya bisa,” ujarnya.

Ia berharap para peserta menjahit tidak saja memiliki ketrampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga paling tidak, Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Kupang melalui SKB dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. “Yaitu dengan mengembangkan program-program kursus dan pelatihan seperti ini”, pungkas dia.

Kegiatan ini berlangsung sejak 22 Mei – 26 Juni 2024 bertempat di SKB Nunbaun Sabu Kota Kupang, diikuti 20 orang peserta tingkat dasar. (goe).

  • Bagikan