Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Chris Liyanto:”Hidup Harus Bermakna”

Christofel Liyanto, Caleg DPR RI dari partai Gerindra

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Christofel Liyanto, SE, blak-blakan soal keinginannya maju sebagai Calon Lefislatif pada Pemilu 2024.

Ditemui di kediamannya bos Christa Jaya itu menuturkan ketika ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif ia melewati berbagai pertimbangan sulit. Namun, hidup harus bermakna. Untuk itulah ia mengambil langkah untuk terjun dalam dunia politik.

“Ketika mencalonkan diri dalam bidang legislatif saya melewati banyak pertimbangan awal yang sulit bagi saya. Karena seharusnya saya tinggal menikmati hasil kerja saya. Tetapi kemudian saya berpikir bahwa hidup harus bermakna. Sehingga usaha-usaha saya sudah saya delegasikan ke anak-anak. Karena saya ingin berbuat sesuatu yang lebih bermakna dan berdampak positif bagi masyarakat” ujarnya Senin (25/12/2023).

Ia melanjutkan untuk mewujudkan harapannya harus melewati peran serta keterlibatan dirinya dalam pemerintahan, sebagai anggota DPR RI.

“Karena kita tau bersama bahwa DPR RI memiliki peran yang sangat signifikan untuk bisa memberi advokasi dan memberi masukan kepada pemerintah pusat tentang kondisi ekonomi NTT. Dan saya akan fokus meningkatkan UMKM di NTT”, tandasnya.

Ia menambahkan, akar masalah di NTT sebagai provinsi yang terbelakang termiskin adalah rendahnya income perkapita.

“Pokok masalah sebenarnya adalah income per kapita kita yang kecil. Artinya penduduk kita ini mempunyai penghasilan yang terendah. Di seluruh Indonesia income per kapita nasional itu tinggi tetapi khusus untuk provinsi NTT inikan rendah sekali. Itu berarti perlu peningkatan income perkapita itu” jelasnya lagi.

Menurut dia, masyarakat NTT bisa mendapat kesempatan kerja tetapi untuk merealisasikan hal tersebut harus ada banyak perusahaan. Oleh karena itu fokus untuk ada kebijakan – kebijakan yang pro Pengusaha.

“Seandainya ada 100 orang pengusaha sekarang di kota kupang ini yang mampu menyerap 100 sampai 200 tenaga kerja mungkin saya ada dalam itu. Kalau ada 100 orang saja maka hanya bisa merekrut 10,000 tenaga kerja kalau kita lipat gandakan menjadi seribu pengusaha yang sama seperti saya, saya serap 100 sampai 200 orang tenaga kerja” jelasnya lagi.

“Kalau ada seribu Pengusaha seperti itu berarti 100.000 sampai 200.000 tenaga kerja terserap oleh seribu Pengusaha besar itu. Berarti NTT sudah tidak ada lagi kategori miskin. Demikian juga kalau Pengusaha menengah yang mampu menyerap 10 sampai 50 tenaga kerja”, terang dia.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini menambahkan, ia merupaka seorang sarjana ekonomi yang ahli di bidangnya.

Ia memiliki banyak ilmu bermanfaat berdasarkan pengalaman kerja di bidangnya sehingga ide-ide untuk meningkatkan ekonomi masyarakat NTT yang saat ini ia miliki akan ia implementasikan lewat kebijakan-kebijakan ketika terpilih menjadi anggota DPR RI.

“Saya ingin pengalaman-pengalaman saya kompetensi-kompetensi saya ini jangan disimpan dan di bawah mati. Tetapi pensiun dari dunia usaha saya pengen mengabdi lebih dekat lagi dengan masyarakat, agar bersama-sama kita tingkatkan ekonomi masyarakat” tutupnya. (Chr).

  • Bagikan