KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Kupang menyadari keterbatasannya dalam melaksanakan berbagai tahapan Pemilu yang sedang berlangasung hingga 2024. Karenanya Bawaslu membutuhkan dukungan media.
“Kegiatan kita tidak muncul begitu saja. Ada alasan. Kami sadari punya keterbatasan baik SDM dan lain-lain. Kabupaten Kupang sangat luas. Topografi sangat menantang. Di Amfoang sangt sulit. Dan persoalan lain yang membuat kami tidak bisa lakukan sendiri.
Kami ingin menggandeng seluruh stakeholder termasuk pers. Untuk mengedukasi masyarakat”, kata Koordinator Divisi Pencegaham Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kupang Maria Yulita Sarina dalam Pengantarnya pada pembukaan Media Gathering Bawaslu kabupaten Kupang, Rabu (25/10).
Ita menjelaskan, Kampanye lewat media sosial, sangat rawan terjadi penyimpangan informasi.
“Rawan terjadi hoax, adi tantangan kita. Karena 60-an sekian persen Pemilih merupakan kaum milenial. Sehingga peran media memberikan informasi dan kesejukan kepada setiap orang”, terangnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Nawaslu kabupaten Kupang Adam Horison Bao, SH menyampaikan terima kasih kepada Media yang telah mendukung Bawaslu sejak 5 tahun lalu.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada media. Sejak 2018 kita sudah bangun kerjasama. Untuk proses Pemilu saat ini, sejak 2022 dukungan media sangat kami rasakan. Informasi peran bawaslu terbangun dan tersampaikan dengan baik”, kata Adam saat membuka kegiatan tersebut di Neo Hotel Rabu.
“Kami pandang bahwa ini sangat penting. Kita ingin laksanakan pemilu yang inklusif dan partisipatif. Itu hanya mungkin dicapai kalo semua elemen masyatakat kita libatkan. Kalo semua komponen masyarakat dapat suguhan informasi yang benar dan sesuai tahapan pemilu 2024”, tambah dia.
Ia menjelaskan, Selain media pihaknya juga menyasar kelompok masyarakat lain yang belum mendapat informasi pemilu secara lengkap.
“Semua kita lakukan bersama rekan-rekan media”, ujarnya.
Ia mengatakan,
Kabupaten kupang mempunyai prestasi positif bagaimana mengatasi sengketa Pemilu.
“Tidak ada sengketa pemilu yang naik sampai MK. Kita ingin pertahankan prestasi itu. Kita selesaikan di rumah kita sendiri. Kita harap tidak ada sengketa Pemilu yang panjang. Menyita anggaran besar untuk mendapatkan keadilan di MK”, pungkasnya.
Media gathering menghadirkan Dr. Marsel Robot, M.si, Akademisi Undana dengan Materi berjudul, “Etika komunikasi di Media sosial”. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




