Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Akhirnya Peserta Muspas Capai Kata Sepakat, Visi Misi Keuskupan Atambua, Dirumuskan

Uskup Atambua Mgr. Domi.

ATAMBUA, FLOBAMORA-SPOT – Memasuki hari keempat musyawarah pastoral (Muspas) IX, peserta dan tim Perumus akhirnya berhasil merumuskan visi-misi final yang akan menjadi arah dasar karya pastoral keuskupan Atambua tahun 2024-2028 di Aula Emaus Pastoral Centre (EPC), kamis (21/09/2023).

 

Mengawali diskusi perumusan visi misi, uskup keuskupan Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr mengungkapkan bahwa sejak jaman Mgr. Sulama kemudian Mgr. Anton Pain Ratu hingga saat ini, masalah yang digeluti di keuskupan adalah masalah resisten. Supaya diskusi perumusan ini berjalan dalam bingkainya, perlu didasarkan pada 7 isu arah dasar pastoral yakni; keluarga, agen pastoral, pendidikan, sosial ekonomi, sosial budaya, ekonomi kemitraan dan kaum muda.

 

“Dan tugas setiap kelompok nantinya dalam diskusi adalah melihat masalah-masalah yang sangat resisten kemudian lakukan pemetaan sesuai dengan prioritas dan bersama-sama merumuskannya dalam visi misi yang konkret yang akan menjadi panduan bagi kita dalam karya pelayanan pastoral untuk 5 tahun ke depan di keuskupan kita ini”, jelas uskup Domi.

 

Dalam diskusi, peserta Muspas IX dibagi dalam 5 kelompok yakni; kelompok dekenat Belu Utara, Malaka, Kefamenanu, Mena dan kolompok tarekat-tarekat religus dan kelompok kategorial. Dan setiap kelompok mendapat tugas yang sama yakni bersama-sama merumuskan visi misi berdasarkan 7 isu dasar pastoral kemudian mempresentasikan dan menyerahkannya kepada tim perumus keuskupan Atambua.

 

Romo Lusius Tae Mau sebagai ketua tim Perumus, dalam presentasi draft visi misi keuskupan Atambua mengungkapkan bahwa tugas tim adalah merusmukan atau menggagas kembali hasil diskusi dari kelompok. Tim meyakini bahwa apa yang tercetus dalam visi misi ini tentunya mengalir dari persoalan yang ada di keuskupan.

 

“Tugas kita di sini adalah sama-sama memiliki tanggungjawab untuk menyatukan persepsi dan konsep sehingga menemukan titik final dan paten dari draft visi misi yang akan menjadi petunjuk bagi kita dalam proses karya pastoral 5 tahun ke depan di keuskupan kita”, ujar Romo Lusius.

Setelah mengarungi proses dan diskusi yang panjang, akhirnya tim Perumus bersama peserta Muspas IX berhasil menyepakati visi misi yang paten dalam karya pastoral tahun 2024-2028.

 

Visi yang dihasilkan adalah ‘Umat Allah Keuskupan Atambua yang cerdas dan sejahtera dalam semangat sinodalitas’.

 

Dan Misinya yang pertama, meningkatkan pendidikan iman dan kecerdasan manusiawi dalam lingkup keluarga, sekolah dan masyarakat.

 

Kedua, mengembangkan pastoral pemberdayaan ekonomi kreatif melalui cara pikir dan cara tindak ekonomis.

 

Dan yang terakhir adalah mengupayakan kolaborasi dialogis dan inovatif di dalam dan di luar gereja. Ketiga poin misi ini masih akan disederhanakan lagi bahasanya oleh tim Perumus keuskupan Atambua.

Ketua panitia muspas IX, Pater Vincentius Wun, SVD menyampaikan terimakasih yang luar biasa kepada peserta dan tim Perumus untuk loyalitas dan dedikasinya. Harapan semoga capaian visi misi ini sungguh menjadi petunjuk dalam upaya mengembangkan karya pastoral dan semangat partisipasi umat tahun 2024-2028 menuju unggul, cerdas dan sejahtera dalam semangat sinodalitas.

Laporan: Beny Akoit, Komsos Atambua

  • Bagikan