ATAMBUA, FLOBAMORA-SPOT – Tim komisi komunikasi sosial Keuskupan Atambua (komsos KA) lakukan talk show bersama sekolah menengah kejuruan swasta (SMKS) Katolik Kusuma Atambua terkait dengan pemberdayaan ekonomi kreatif
sekolah yang ditampilkan dalam pekan pameran ekonomi kreatif KA di lapangan seminari santa Maria Imaculata Lalian, Emaus Pastoral Centre (EPC), Selasa, (20/09/2023).
Kepala SMKS Katolik kusuma Atambua Sr. Agustin Kiik, SSps mengungkapkan, SMKS katolik Kusuma memilik 6 bidang/program keahlian yaitu; perhotelan, kecantikan, busana, pariwisata, kesehatan dan tataboga. Dan hasil karya dari 6 keahlian inilah yang ditampilkan di stand pekan elonomi kreatif.
“Apa yang ditampilkan disana merupakan murni hasil kreaasi dan produksi anak-anak sendiri. Mereka juga menyiapkan alat dan bahan sendiri yang murni adalah bahan lokal kemudian berkreasi. Para guru hanya hadir sebagai pendamping dan tutor”, ungkap Sr Agustin.
“Karena sekolah kami ini merupakan sekolah kejuruan, maka guru-guru bukan hanya kaya teori, tetapi mereka juga diberikan pelatihan-pelatihan dan magang berkala di tempat-tempat industri. Sejauh ini industri yang menjadi tempat magang adalah Atambua, Kupang, Bali dan juga Yogyakarta. Magang atau pelatihan ini diperuntukkan bagi semua 6 bidang keahlian yang ada di sekolah”, tambah dia.
Niken, salah satu murid dari bidang perhotelan mengungkapkan, “kami di bagian perhotelan selain bergerak dalam layanan jasa, juga ciptakan prodak kecil seperti sambal dan uut sagu. Di bidang kecantikan, kami juga mampu memproduksi masker muka alam dari marungga, kunyit dan juga minuman wedang jahe”.
Sementara dibidang kuliner, ada produksi berbagai jenis makanan dari bahan lokal.
Dalam bidang Kesehatan mereka sudah praktek membuat obat dan masih banyak prodak lainnya yang diciptakan anak-anak sesuai bidang keahlian mereka masing-masing saat ini.
Mengenai prodak kecantikan ia menjelaskan, karena belum mendapat ijin dari Balai POM maka pihaknya masih menjual dalam internal sekolah.
“Sementara untuk kesehatan kami sudah mendapat ijin dari balai POM maka sudah bisa jual di luar lingkungan sekolah. Semoga ke depan semua hasil produksi anak-anak sudah mendapatkan legalitas sehingga bisa semakin membuming”, terangnya.
“Tugas kami saat ini adalah membekali anak-anak dengan praktek memproduksi karya-karya sederhana. Harapan kami, supaya ketika mereka tamat, ada out put yang menjamin hidup ke depan. Artinya, ketika mereka tidak dibutuhan atau belum diterima untuk kerja dipabrik-pabrik industri, mereka sudah bisa menciptakan produk-produk lokal kecil dengan ilmu yang sudah mereka dapatkan. Dan mimpi terbesar SMKS katolik Kusuma Atambua adalah mencetak wirausaha muda dengan kreativitas dan skill yang memadai”, pungkas Kepsek Kusuma Atambua.
(Beny Akoit/Komsos Atambua).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




