BORONG, FLOBAMORA-SPOT – Sedikitnya 20 Pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten Manggarai Timur mengikuti kegiatan penguatan pengelolaan TBM di Borong Manggarai Timur selama lima hari sejak 11 – 15 Agustus 2023.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat Dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi RI.
Ketua FTBM NTT Polikarpus Do saat menghubungi Flobamoraspot.com dari Borong Sabtu (12/8/23) mengatakan, pendampingan penguatan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Satuan Pendidikan Non-Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Borong, desa Gurung Liwut, kabupaten Manggarai Timur. Hal itu dilakukan agar TBM bisa mendesain, aspek manajerial manajemen tata kelola taman baca dan juga termasuk menyusun rencana aksi serta menyiapkan instrumen-instrumen terkait dengan pengembangan taman bacaan masyarakat di SKB Borong.
“Sehingga SKB itu, menjadi rumah kegiatan belajar masyarakat, menjadi rumah peradaban literasi, rumah peradaban pendidikan masyarakat Manggarai Timur”, kata dia.
Polikarpus Lebih lanjut menekankan pentingnya Taman Baca Masyarakat bagi generasi muda agar menjadi warga literat. Generasi Manggarai Timur generasi wajib memiliki kecakapan 6 literasi dasar. Lebih jauh, memiliki kompetensi atau skill, kreativ, kecakapan komunikasi bagus, berpikir kritis. Maka terciptalah generasi emas.
“Kita perkuat agar masa depan generasi Manggarai Timur itu ke depan bertumbuh dan berbuah, mereka dapat bersaing secara global, berdaya dan unggul, dan kelak menjadi generasi emas Indonesia 2045,” Kata Poli.
Kepada peserta, Poli berharap para Ttor SKB menjadi Pemicu bagi warga belajar agar mereka punya spirit. Juga melalui kegiatan literasi, benih benih literasi tumbuh di dalam hati mereka.
Selain itu, mereka memiliki pemahaman yang sama terkait dengan literasi.
“Harapan saya, selesai kegiatan pendampingan ini peserta dapat mengimplementasi semua materi dan dapat mengembangkan program-program literasi yang lebih kreatif sehingga bisa melayani seluruh masyarakat lintas generasi. Baik literasi keluarga, sekolah dan masyarakat. Selanjutnya peserta memahami tata kelola taman baca dan konten-konten terkait dengan gerakan literasi, “pungkas Poli.
Salah satu Peserta kegiatan, Oktaviani Rahung, mengaku baru pertama kali mendapatkan materi peningkatan pengelolaan SKB dan TBM. Semoga kegiatan ini membawa nilai positif bagi lembaga terlebih khusus generasi Manggarai Timur.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan materi ini. Model pembawaan materi sangat praktis dan mudah dimengerti. Lebih lagi, sangat menarik di mana saya bisa mengenal lembaga SKB,” katanya.(*/goe)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




