KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Salut untuk anak-anak SMP Angkasa di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini (Yasarini). Baru 2x jam pelajaran mereka sudah mampu menciptakan robot.
Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho ketika mewakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan pada acara Launching Ekstrakurikuler Robotik SMP Angkasa di shelter Sukhoi Lanud Eltari Kupang mengatakan, Anak-anak NTT khususnya Kota Kupang sebenarnya memiliki kemampuan lebih sebagaimana dimiliki oleh anak-anak di daerah lain atau Pusat Negara.
“Hanya saja ruang dan kesempatan yang belum diberikan. Seperti halnya yang diperlihatkan anak-anak kita siswa SMP Angkasa pagi ini,” demikian Okto Naitboho Jumat, (28/7/23).
Kepada orang tua dan semua elemen di masyarakat Naitboho mengharapkan, agar anak-anak mesti diberikan ruang.
“Ungkapan kuno, barang siapa menguasai informasi dan teknologi maka dia akan mengusai dunia. Inovasi brilian seperti yang dipertontonkn pada hari ini merupakan suatu inovasi yang baru pertama kali di Kota Kupang karena itu, kami perlu apresiasi dengan memberikan reward,” jelas Okto.
Mengakhiri sambutannya saat itu Naitboho mengundang ke enam orang siswa yang telah berhasil merakit dan mempertontonkan kemampuan kerja robot dan radar dalam menangkap benda asing, untuk menghadiri perayaan HUT RI tingkat Kota Kupang 17 Agustus mendatang. Sekaligus akan diberikan penghargaan sebagai motivasi untuk siswa berprestasi.
“Nanti ke enam orang ini kami undang khusus dalam upacara resmi taggal 17 Agustus 2023. Dari pribadi kami akan kami berikan reword kepada mereka
Kita harus beri penghargaan bukan soal nilai tapi penghargaan agar mereka tetap memberikan karya inova

si di waktu mendatang,” terang Okto.
Simon Siubelan salah satu perakit Robot ketika ditemui Media mengatakan, bahan yang dibutuhkan tidak mahal.
“Bahannya Arduino uno,
Bread board,
Sensor ultrasonik
Servo dan
Kabel penghubung.
Setelah dihubungan bisa mendeteksi sesuatu, ditangkap radar dan bisa dipantau di komputer”, jelas siswa Kelas 2 SMP Angkasa itu.
Menurut Simon ia dan 5 kawannya dibimbing Dr. Ronal Stefanus Gunawan.
“Dua pertemuan bisa rangkai radar mini. Selanjut robot mobil”, pungkasnya.(G-S)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




