KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM Pesta Paduan Suara Gerejani PESPARANI Katolik Nasional II tahun 2022 telah dibuka Jumat malam (28/10/22). Kegiatan kerohanian Katolik itu berlangsung hingga 31 Oktober 2022.
Ketua Umum Panitia, Djamaluddin Ahmad yang merupakan tokoh muslim, dalam laporannya menyatakan bersyukur dapat menggerakkan kegiatan pesparani Katolik Nasional ke dua ini.
Ia menyatakan sempat ragu ketika ditunjuk gubernur NTT untuk memimpin kegiatan besar umat Katolik namun tetap menerima tanggungjawab sebagai wujud toleransi di NTT.
“Saya secara pribadi sebagai seorang tokoh muslim mantan ketua NU Nusa Tenggara Timur yang ditunjuk dan dipercayakan menjadi ketua umum panitia penyelenggara pesparani Katolik nasional II. Saya sangat bersyukur bahwa seorang muslim boleh mengambil bagian dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan ini sebagai ketua umum kepanitiaan meskipun kerjasama lintas agama seperti ini merupakan keseharian kita di Nusa Tenggara Timur. Terus terang saat saya ditunjuk oleh Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat ketika saya masih menduduki jabatan sebagai ketua NU NTT dan dalam jabatan sebagai asisten pemerintahan sekretariat daerah provinsi Nusa Tenggara Timur”, ungkap Ahmad.
Djamaluddin Ahmad mengaku sempat kaget dan tidak menyangka bahwa dia yang akan di tunjuk oleh gubernur NTT, apalagi nantinya harus menghadapi tanggapan umat Katolik.
“Sebagai seorang muslim saya merasa kaget karena ini sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Apakah saya sanggup. Apakah tanggapan Masyarakat khususnya umat Katolik jika pelaksanaan pesparani tidak bisa berjalan
sebagaimana yang diharapkan karena diurus oleh seorang muslim.
“Akan tetapi Respon yang sangat bersahabat dan penuh hormat dari seluruh rombongan waktu itu membuat saya benar-benar dikuatkan untuk menerima tanggungjawab ini dengan sukacita. Bagi saya hari ini merupakan satu kepercayaan yang besar tidak hanya bagi saya pribadi, PBNU NTT, ataupun Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Timur tapi seluruh umat muslim di NTT dan Nusantara. Inilah ekspresi semangat kebersamaan umat beragama di NTT. Nusa terindah toleransinya. Penunjukan saya sebagai ketua umum menjadi momentum perwujudan semangat ukhuwah Basyariah persaudaraan umat manusia sebagai ciptaan Allah yang selalu dijunjung tinggi oleh semua umat beragama dan ukhuwah wathoniyah Persaudaraan sebangsa dan setanah air. Dengan demikian pesparani Katolik Nasional II bukanlah sekedar lomba bernyanyi tetapi juga sarana untuk memperkuat dan membangun kebersamaan umat menjadi inspirasi nilai-nilai kebangsaan dan nilai kebinekaan bagi Indonesia. Inilah kegembiraan saya menjadi ketua umum pesparani adalah sebuah panggilan untuk mewujudkan persaudaraan sesuai dengan filosofi di Nusa Tenggara Timur. Katong samua basodara”, ucapnya.
Senada, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini membawa semangat ke-Indonesian tanpa melihat perbedaan apalagi momentumnya bertepatan dengan semangat sumpah pemuda yang menjadi fondasi persatuan bangsa.
“Kita bersyukur dalam semangat keindonesiaan kita, kita tidak lagi melihat perbedaan kita sebagai sesuatu yang memisahkan kita. Tetapi itu adalah bagian tubuh, anggota tubuh yang tidak bisa kita penggal. Kita satu walaupun berbeda tapi menjadi kekuatan energi yang besar dalam membangun bangsa ini. Saya sebagai orang Kristen paling tidak suka kalau saya bilang saya minority. Saya anak bangsa Indonesia, tidak ada pandang mayoritas, minoritas, tidak ada”, tegas dia.
Bernyanyi Untuk menghasilkan kekuatan dan persatuan.
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersyukur atas terlaksananya kegiatan pesparani ini.
“Terima kasih semua atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur saya gubernur dan wakil gubernur menyampaikan Selamat datang kepada saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air dari Sabang sampai Merauke dari miangas sampai Rote. Kita bersyukur kepada Tuhan karena kita masih diperkenankan untuk menjalankan kehidupan kita sampai hari ini. Kita adalah bagian manusia yang terseleksi alam karena covid-19. Karena itu kita harus bersyukur bahwa kita masih dipercayakan oleh Tuhan untuk menjalankan seluruh kewajiban kita sebagai manusia di bumi ini. Antara lain pada malam hari ini kita akan melakukan sebuah pesta yang luar biasa. Dan menurut saya hari ini di Indonesia seluruh mata memandang malam ini di tempat ini karena satu-satunya acara nasional malam ini hanya ada di NTT, Kota Kupang. Kita melaksanakan pesta paduan suara gerejani Katolik nasional kedua”, terangnya.
Viktor Laiskodat menambahkan, kegiatan ini harus melahirkan kekuatan dan semangat persatuan dalam bingkai kebinekaan.
“Tentunya kalau orang bernyanyi pasti hatinya gembira nggak ada orang menyanyi sambil hatinya penuh dendam dan dengki. Orang menyanyi pasti hatinya gembira, hati yang gembira adalah obat bagi kita semua. Semangat yang patah mengeringkan tulang. Kerena itu sekali lagi kami menerima saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air umat Katolik yang hadir di kota Kupang ini untuk melakukan lomba paduan suara di kota ini. Bernyanyi untuk kita melahirkan sebuah kekuatan, persatuan, kita memiliki semangat yang sama energi yang sama untuk melahirkan produktivitas dalam semangat kebinekaan kita”, terangnya.
“Kita bersyukur dalam semangat keindonesiaan kita, kita tidak lagi melihat perbedaan kita sebagai sesuatu yang memisahkan kita. Tetapi itu adalah bagian tubuh, anggota tubuh yang tidak bisa kita penggal. Kita satu walaupun berbeda tapi menjadi kekuatan energi yang besar dalam membangun bangsa ini. Saya sebagai orang Kristen paling tidak suka kalau saya bilang saya minority. Saya anak bangsa Indonesia, tidak ada pandang mayoritas, minoritas tidak ada”, tambahnya.
Menurut dia sebagai tuan rumah pesparani nasional ke dua NTT merupakan provinsi kepulauan dengan begitu banyak budaya yang luar biasa dan alam yang indah.
Dia berharap, seluruh kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia dapat menikmati keindahan alam dan budaya di NTT sebelum kembali ke daerah masing-masing.
“Kita semua anak bangsa ini membangun Indonesia dan hari ini kita berkumpul di sini untuk menyuarakan itu dalam semangat pesparani Gereja Katolik Nasional ke dua. Lomba nyanyi tapi nyanyi dengan melodi yang indah. Symphony yang menyatukan kita, keberagaman dalam warna warni. Itulah harta kekayaan yang besar dari bangsa ini.
Sebagai gubernur tentunya dia sangat gembira begitu banyak hari ini saudara-saudara yang hadir di kota ini menikmati NTT provinsi Kepulauan.
“Banyak pulau di tempat ini indah-indah karena itu jangan cepat pulang setelah 31 Oktober”, ajaknya.
Pesta Paduan suara Gerejani Katolik nasional ke dua terdiri atas 13 mata lomba yang digelar secara hybrid dengan Metode online dan metode offline. Ada 5 Mata lomba yang telah dilaksanakan secara online yakni paduan suara anak, paduan suara remaja Gregorian, paduan suara OMK campuran, paduan suara dewasa wanita dan paduan suara dewasa pria. Sedangkan mata lomba yang dilaksanakan secara offline sebanyak 8 mata lomba yaitu paduan suara dewasa campuran mazmur anak, mazmur remaja, mazmur OMK, mazmur dewasa, Cerdas cermat rohani anak, cerdas cermat rohani remaja, bertutur kitap suci.
Kedelapan mata lomba tersebut dilaksanakan di tempat venue lomba yaitu di aula eltari Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, auditorium universitas Widya Mandira Kupang, Aula Gereja Santo Yoseph dan Aula gereja Paroki Maria asumpta. Sedangkan upacara pembukaan dan penutupan dipusatkan di stadion oepoi Kupang.
Pesparani Katolik kedua ini di ikuti 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 2.154 orang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




