74 Desa Gelar Pilkades, Bupati Kupang Bilang, Cukup Repotkan Forkompimda, Kapolres Tegaskan Hal Ini !!

  • Bagikan
Bupati Kupang Korinus Masneno bersama Kapolres Kupang FX Irwan Arianto dalam rapat bersama Forkompimda dan OPD terkait, dalam menyiapkan Pilkades yang damai Selasa (10/5/22).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Pemerintah Kabupaten Kupang mengadakan Rapat terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di daerah itu. Kegiatan ini berlangsung diruang rapat Bupati Kupang di Oelamasi, Selasa, (10/5/2022).

Bupati Kupang dalam arahannya mengatakan tahun ini di kabupaten Kupang ada 74 desa di 21 kecamatan mengikuti pemilihan serentak, karena itu perlu ada sosialisasi awal di tingkat desa hingga kecamatan. “Secara operasional, kami cukup merepotkan Forkopimda dalam membantu setiap persoalan yang terjadi saat pilkades waktu lalu”, ujarnya.

 

Masneno minta panitia baik di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten agar tetap netral dalam melaksanakan tugasnya.

Masneno menambahkan, ketika menghadapi persoalan di tingkat desa, jika tidak mampu maka diserahkan ke panitia tingkat kabupaten untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

 

“Ada hal-hal teknis yang tidak saya pahami namun secara operasional akan dijadikan rujukan untuk kembali melihat draf yang ada untuk memungkinkan menyelesaikan persoalan yang ada dalam pelaksanaan pilkades. Dan ini juga merupakan forum kita bersama, masukan dan saran kiranya bisa dipahami sebagai bahan evaluasi”, ujar Korinus Masneno.

 

Kapolres Kupang AKBP  FX Irwan Arianto juga memberikan beberapa masukkan kepada pihak PMD dan panitia, terkait regulasi hingga menggandeng pihak KPU yang juga merupakan penyelenggara Pilpres waktu lalu.

Dia berharap agar adanya kenetralan dalam pembentukan panitia level desa hingga level kabupaten. “Kalau aturan, regulasi sudah jelas namun panitia harus netral dalam pilkades”, ucapnya.

 

Irwan menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawalan di 74 desa yang akan melakukan pemilihan demi meluruskan jalannya pilkades serentak di kabupaten Kupang. Dia menyarankan agar SKCK menjadi salah satu syarat bagi para calon kades.

Kapolres Kupang berharap agar Kadis PMD mengumpulkan para calon untuk memberi penekanan pakta integritas yang mengikat para calon kades yang siap menang maupun kalah. “Jika ada kelompok masyarakat dari salah satu calon membuat kerusuhan, maka kami amankan calonnya bukan massanya, agar membuat suasana yang aman dan damai,” tegasnya.

 

Terkait logistic dia mengingatkan, agar harus segera dipersiapkan dalam pelaksanaan pilkades pada November mendatang. Tidak hanya melakukan pengawalan, Irwan juga akan melakukan meeting desa baik yang rawan maupun sangat rawan demi terciptanya ketertiban pada sarana dan prasarana. “Kuncinya di panitia, harus hati-hati dalam memilih kepanitiaan jangan berdasarkan hubungan keluarga atau suka tidak suka.”

 

Perwira Penghubung (Pabung) 1604/Kpg Parada Napitupulu menambahkan, seperti yang sudah disampaikan Kapolres Kupang, kepanitiaan harus lebih manusiawi dan tegas meski dengan kondisi yang terbatas. Terkait regulasi waktu, harus diatur dengan sebaik-baiknya. Pihak panitia juga diharapkan tetap netral agar tidak terjadi pengulangan pilkades lagi.

 

Kasie Intel Kejari Oelamasi I Wayan Agus Wilayana menghimbau agar semua tahapan harus disosialisasikan sehingga menjadi edukasi bagi seluruh masyarakat serta dilaksanakan dan didokumentasikan dengan utuh sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Panitia (Pilkades-red) kemarin tidak profesional dan tidak netral, sehingga ini menjadi celah dan menimbulkan konflik dalam pilkades”, tutupnya.

Hadir pula pada kesempatan itu, Sekda Kabupaten Kupang Ir. Obet Laha, para Staf Ahli Bupati Kupang, Asisten I Sekda Kabupaten Kupang Rima K.S. Salean dan pimpinan OPD terkait salah satunya Charles Panie.

 

  • Bagikan