Terkait Kemelut di Kelurahan Oenesu,Yusak:”Kami Sudah Luruskan”

  • Bagikan
Camat Kupang Barat Yusak Ullin, S.H dalam pertemuan bersama PLT Lurah Oenesu dan LPA, LPM dan Tomas Rabu (1/12/21).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Sikap PLT Lurah Oenesu Vemy Herlina Bay’oef, SH, yang semena-mena mengundang reaksi keras masyarakat melalui Lembaga Pemangku Adat (LPA) dan lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta Tokoh Masyarakat (Tomas). Para tokoh mengadukan sang PLT Lurah ke Bupati Kupang pada Senin (29/11/21).

Tembusan surat tersebut disampaikan kepada Camat Kupang untuk diketahui.

Camat Kupang Barat Yusak Ulin, S.H dalam pertemuan bersama Plt Lurah dan LPA, LPM, Tomas Rabu (1/12).

“Menyangkut persoalan itu kami sudah terima laporan dan sudah turun ke kelurahan siang tadi dan melakukan pertemuan dengan Tomas, LPM, LPA untuk klarifikasi. Kami akui ada kesalahan yang dilakukan PlT Lurah. Tadi sudah kami luruskan”, demikian ditegaskan Camat Kupang Barat Yusak Ullin, S.H pertelepon kepada media ini Rabu  malam (1/12/21).

Yusak menjelaskan, semua pihak telah sepakat untuk membuka jalan penghubung kampung Bimaen dan Tanaloko bukan jalan buntuh. “Kami sudah sepakat. Menyangkut pelepasan hak jalan itu akan diurus oleh LP M dan LPA”, katanya.

 

Mengenai pengerjaan jalan yang seharus dilakukan secara swadaya oleh masyarakat namun diserahkan kepada pihak ketiga Yusak menjelaskan, “Sebenarnya dikerjakan oleh masyarakat tapi waktunya tidak ada lagi sehingga PLT lurah menggunakan pihak ketiga karena harus mendatangkan alat berat. Untuk pembukaan  jalan itu disepakati dalam rapat tetapi rapat itupun tidak melibatkan LPM dan Tomas sehingga jadi soal”, ujarnya.

 

“Tadi kami sudah luruskan ke depan tidak boleh seperti ini lagi. Itu jadi tanggjawab kami di kecamatan untuk memantau terus. Kegiatan selanjutnya harus melibatkan masyarakat Oenesu”, tambahnya.

 

“Saya perintah Sekcam untuk mulai besok harus mendampingi ibu PLT supaya pekerjaan di kelurahan yang belum diselesaikan atau menyimpang dari aturan harus dibenahi sehingga masyarakat merasa  puas dengan PLT Lurah. Memang tadi dalam pembicaraan masyarakat tidak puas dengan PLT Lurah. Dan itu diakui”, terangnya.

Ia menjelaskan, Dalam perencanaan seharusnya PLT Lurah melibatkan Tomas, LPM LPA. “Dan itu sudah saya sampaikan sebanyak 3x kepada PLT Lurah. Yang bersangkutan mengatakan, sudah melibatkan semua. Ternyata setelah laporan (dari LPM, LPA dan Tomas), baru saya tau PLT Lurah melakukan kesalahan di tingkat kelurahan. Dan tadi kami sudah luruskan tidak ada persoalan lagi di kelurahan Oenesu”, ucap dia.

Mengennai penyegelan kantor lurah sebagaimana salah satu poit dalam pengaduan kepada Bupati Yusak mengatakan, memang dalam surat itu masyarakat mau menyegel kantor, namun dalam pembicaraan tadi sudah disepakati untuk tidak lakukan hal itu.

 

“Saya bilang itu tidak bisa karena fasiltias umum. Memang mereka marah tetapi setelah kami bincang-bincang mereka menerima karena saya pernah lurah di situ dan kami sama-sama orang Hellong ya saya berharap kita mengampuni dia. Namanya manusia punya kekeliruan dan itu sudah diakui. Jadi ke depan tidak seperti itu lagi. Beliaukan PLt  kita tidak tau ke depan ditunjuk Bupati atau tidak tapi kita usahakan untuk benahi hal –hal yang tidak sesuai untuk dibetulkan”, pungkasnya.

Penulis: KONJAKKEditor: sintus
  • Bagikan