Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bangun Dua Kampung Nelayan di Semau, Yos Lede: “Ini Program Presiden Yang Ditangkap Pemerintah Daerah”

Bupati Kupang Yos Lede melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampung nelayan di Hansisi dan Uiasa, Semau, Sabtu (17/10/26).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan Peletakan Batu Pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Uiasa dan Desa Hansisi , Kecamatan Semau, Sabtu, (17/10/26).

Dalam sambutannya Yos mengatakan, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Semau merupakan wujud nyata perjuangan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menghadirkan pembangunan yang merata dan berdampak langsung kepada masyarakat pesisir.

“Ini adalah salah satu program prioritas Pemerintah pusat yang ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. Sehingga kebijakan Bapak Presiden Prabowo untuk menolong masyarkat khususnya di daerah- daerah pesisir dapat terealisasi”, jelas Bupati.

Yos menambakan, perjuangan luar biasa dilakukan agar Kabupaten Kupang, khususnya masyarakat Semau, bisa memperolehnya.

“Tidak ada yang datang dengan sendirinya, semuanya butuh perjuangan, pemenuhan syarat, dan dukungan lahan dari masyarakat”, kata dia.

Dia menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar bangunan fisik semata. Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi dengan fasilitas penampungan dan penyimpanan dingin (cold storage), sehingga hasil tangkapan nelayan dapat terjaga kualitasnya, tidak rusak, dan memiliki nilai jual yang lebih baik.

“Selama ini, kita sering kali panen ikan melimpah, tetapi tidak tahu harus disimpan di mana atau dijual ke mana. Hasil tangkapan yang banyak justru cepat rusak dan harganya jatuh. Kehadiran Kampung Nelayan ini menjawab persoalan tersebut. ikan bisa ditampung, disimpan, dan dipasarkan dengan lebih teratur,” terang mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini.
Bupati Yosef Lede dalam sambutannya menekankan konsep keterpaduan antara Kampung Nelayan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang berdiri berdampingan. Kedua fasilitas ini harus dikelola secara terpadu agar sama-sama hidup dan memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Saya sudah berpesan kepada seluruh pengelola Koperasi Desa Merah Putih jangan berdiri sendiri-sendiri tanpa inovasi, karena itu tidak akan bertahan lama. Koperasi dan Kampung Nelayan harus saling menopang. Hasil tangkapan ditampung dan dipasarkan melalui koperasi, sehingga roda ekonomi berputar di tempat sendiri. Saya sudah melihat keberhasilan model ini di Desa Sulamu, dan saya ingin model yang sama berhasil juga di Semau,” terang dia.

Pada akhir sambutannya Yos mengajak seluruh masyarakat Semau untuk tidak hanya menerima manfaat, tetapi ikut menjaga, mengelola, dan berpartisipasi dalam pembangunan ini.

“Jangan datangkan pekerja dari luar terus yang kerjakan, sementara kita hanya menonton. Libatkanlah warga setempat dalam proses pembangunan dan pengelolaannya, agar manfaatnya benar-benar kita rasakan bersama dari awal hingga akhir”, ujar Yos Lede.

ADPRD sambut baik.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, menyambut baik dimulainya pembangunan ini.

Dia menegaskan, peletakan batu pertama ini merupakan awal dari perubahan ekonomi baru bagi masyarakat Semau.

“Kita memiliki rencana Kampung Nelayan yang telah dirancang dengan matang. Namun di samping aspek fisik dan ekonominya, aspek sosial masyarakat juga harus menjadi perhatian utama. Saya berharap konsep terintegrasi yang sedang dibangun ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar Absalom.

Dia menekankan pentingnya kesepakatan bersama terkait tata kelola transportasi dan pelayanan di wilayah Semau.

“Mari kita sepakati satu pintu pelayanan bongkar muat dan penumpang agar tertib, teratur, dan pendapatannya optimal. Semoga dua program besar yang hadir di Semau ini diberkati Tuhan, berjalan lancar, dan kita semua kawal bersama hingga selesai dan bermanfaat nyata bagi rakyat,” terang Absalom.

Pihak Undana dukung penuh.

Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana, Dr. Franchy Christian Liufeto, menyampaikan dukungan penuh dari pihaknya terkait kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih harus disertai dengan pengelolaan sumber daya laut yang bijaksana, mengingat ketersediaan ikan di alam semakin menurun.

“Kita menyadari bahwa jumlah dan ukuran ikan yang tertangkap nelayan saat ini terus berkurang dari waktu ke waktu. Ini menjadi tugas bersama kita untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara berkelanjutan. Di sinilah peran kami, dosen dan mahasiswa FPKP Undana siap hadir bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk melakukan pendataan, pengkajian stok ikan, serta pendampingan teknis agar hasil tangkapan nelayan tetap terjaga dan berkualitas,” tambah Liufeto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, Wakil Dekan FPKP Universitas Nusa Cendana Dr. Franchy Christian Liufeto, S.Pi, M.Si.. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang, Kepala Bagian Prokopim Setda Kabupaten Kupang, Camat Semau, Tokoh Agama, serta masyarakat setempat. (Crst/STS).

  • Bagikan