Gubernur Datang, Camat Amfoang Utara Sampaikan Potensi Wilayah

  • Bagikan
Beginilah cara masyarakat mengungkapkan rasa cinta kepada pemimpinnya. Gubernur NTT VBL ditandu oleh masyarakat Naikliu saat berkunjung ke daerah itu Sabtu (6/11/21).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berkunjung ke Kelurahan Naikliu, Sabtu (6/11/2021). VBL menempuh perjalanan darat, medan yang cukup sulit dilewati kendaraan, sebab ada beberapa titik ruas jalan dengan kondisi rusak. Ia melintasi beberapa titik sungai di musim hujan, namun tidak menyurutkan tekad Gubernur NTT untuk melihat secara langsung rakyatnya di Amfoang utara.

Camat Amfoang Utara, Amros Nenobais yang menyambut kedatangan rombongan Gubernur dan Wakil Bupati menyebutnya sebagai Kunjungan istimewa.

Amros memanfaatkan kesempatan berharga itu untuk mengungkapkan potensi sumber daya alam yang tersebar di 5 desa 1 kelurahan tersebut. Ada potensi-ptensi yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

“Di antaranya : (1).Gula merah yang diproduksi setiap minggu 4- 5 ton dan dibawa ke pasar kota kupang setiap hari kamis. (2). Ternak sapi diantar setiap Selasa ke kota Kupang sebanyak 4 truk, 3 pick up, (3). Ikan Tenja, untuk pasarnya, pembeli langsung jemput di tempat Rp.80.000/kilo, (4). Madu amfoang asli, hanya nilai jualnya rendah”, jelas Amros.

 

Selain itu, Camat bersyukur karena Gubernur Victor membuka SMK Negeri dengan jurusan peternakan yang pada Juni 2021 lalu KBM sudah mulai berjalan, hanya masih dibutuhkan sarana, prasarana pendukung untuk sekolah ini.

Tak lupa Camat mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, telah membawa berkat kepada masyarakat Amfoang Utara melalui pembangunan taman baca dan wifi gratis. “Sangat terbantu,”dia mengakui.

 

Gubernur NTT VBL mengisahkan, dulu pernah merasakan hidup miskin, tugasnya sekarang, harus melihat penderitaan rakyat.  “Saya pernah merasakan kesulitan saat itu dan berusaha keluar dari rasa sulit tersebut. Kehadiran saya secara dekat dengan masyarakat, untuk ikut merasakan denyut kehidupan masyarakat agar bisa bangkit dan sejahtera,”katanya.

VBL bersyukur Presiden RI Joko Widodo rajin turun ke NTT, apalagi Gubernur, Bupati, Camat, dan Kades harusnya lebih aktif . “Presiden Jokowi saja datang dan lihat masyarakatnya yang ada di NTT, maka Gubernur juga harus sampai ke pelosok desa,”ujarnya.

Gubernur mendorong segala sektor dan potensi yang ada di NTT untuk bertumbuh dan berkembang lebih baik. Salah satu contoh ialah bangun pertanian. Beliau tegaskan bahwa desain skill untuk pertanian tidak boleh macet karena APBD.

 

“Seluruh NTT, pupuk tidak boleh macet, tidak ada istilah kelangkaan pupuk. Kita terapkan sistem siapkan tanam pakai alat, secara proses cepat, mesin jalan, tanam jalan, panen pun demikian. Alat-alat seperti ini untuk bantu mempercepat pertanian di NTT,”katanya”.

 

“Selain itu, produk UMKM akan pakai aplikasi, produk penjualannya terkoneksi dengan sistem dan dapat dipasarkan di seluruh dunia. Desain produk bersama Bank NTT, lalu dipasarkan melalui aplikasi secara inklusif artinya semua terlibat dan tak ada batas. Tidak boleh ada masalah marketing untuk program-program UMKM,”tegasnya”.

Sementara untuk potensi pariwisata di Amfoang, nanti akan dikelola. Bentuk tim, manfaatkan juga dana desa, bersihkan pantai. Tidak boleh ada sampah plastik di pantai,”sarannya”.

 

Mengenai pantai Fatuike desa Kifu Kecamatan Amfoang Timur nan indah, ke depan harus dipromosikan. VBL akan menghadirkan artis-artis ke sana.

 

“Intinya ialah siapkan pelatihan kepada anak-anak muda untuk belajar. Misalkan jadi tukang masak profesional (chef). Jadi produknya ada di Amfoang, tukang masaknya anak Amfoang. Itu wujud cinta daerah sendiri. Meski menuntut ilmu di daerah orang, tetap harus kembali ke daerah sendiri, bangun daerahnya. Di sekitar pantai wisata perlu ada restaurannya, Pekerja dan produknya asli Amfoang asalkan profesional. Sehingga menarik para wisatawan berkunjung”, ujarnya.

 

Sedangkan untuk ternak, Gubernur mengakui, dari dulu Amfoang gudang ternak. Tapi sapi-sapinya harus didesain kawin dengan benar, sehingga bermutu. “Desember 2021, Sapi Australia akan landing di Sumba, setelah itu baru daerah lainnya di NTT. Minimal berat sapi tersebut 200 kilo/ekor. Saya ingin sapi-sapi daging premium dapat dikembangkan di NTT, dengan harga jual 100 jt/ekor”, terangnya.

 

VBL menyayangkan warga yang membakar lahan khusus bambu.

Menurut Gubernur Victor, dulu bambu belum terlalu berguna, sekarang, peruntukkannya luar biasa. Seratnya bisa untuk pakaian, gedung dan lainnya. Ia berencana datangkan pihak luar, untuk melihat bambu di Amfoang. Bergerak bersama dalam kecerdasan, besar manfaatnya untuk perubahan menjadi lebih baik.

 

Dirinya juga mengarahkan agar lulusan peternakan dari SMK restorasi tersebut, langsung berhubungan dengan dinas peternakan. Seluruh SMK, kata Gubernur fokuskan pada bidangnya.

“Cara kerja sekolah, cara kerja pemerintah harus menyatu”, katan dia.

 

Sebelumnya, di kesempatan yang sama Gubernur telah melaunching Lopo “Dia Bisa” Bank NTT sebagai tempat berusaha Pelaku mikro. Dan tempat transaksi berbasis digital, yaitu UMKM binaan Bank NTT diantaranya usaha ikan kering, usaha tenun ikat, usaha madu, gula lempeng dan kopi. Fasilitas ini dilengkapi akses free wifi, sehingga masyarakat dapat bertransaksi secara digital menggunakan pembayaran QRIS Bank NTT. Ini ada dalam B’PUNG Mobile Bank NTT. Serta melaunching taman baca Bank NTT yang berlokasi di Kantor Cabang Pembantu Naikliu. Taman baca ini sebagai sarana untuk mempromosikan kebiasaan membaca pada anak-anak. Juga disediakan perangkat elektronik dalam rangka memfasilitasi belajar secara online melalui media zoom. Atau aplikasi ruang guru, sebagai sarana edukasi kepada siswa/i wilayah sekitar.

 

Lebih jauh Gubernur NTT, Victor B.Laiskodat  mengatakan, ia berencana tahun depan menghadirkan pihak-pihak terkait untuk pembangunan tower agar signal di kecamatan Amfoang stabil.

Gubernur menyinggung pula obsevatorium ruang angkasa yang terletak di Timau Kecamatan Amfoang Tengah. Ia berharap tahun depan bisa diselesaikan, sebab obsevatorium dapat secara jelas dan nyata melihat planet luar angkasa.

“Keberadaan obsevatorium ini nantinya, terbaik di Asia. Pertama Jepang, kedua Indonesia tepatnya di Timau, Amfoang Tengah. Kita harus berbangga,”katanya.

 

Acara ini dilanjutkan dengan penyerahan kredit mikro merdeka Bank NTT. Kredit ini artinya merdeka dari bunga, merdeka dari agunan, merdeka dari renteiner. Sehingga memudahkan para pelaku ekonomi dalam memperoleh permodalan dengan mudah, murah dan cepat. Kemudian penyerahan tabungan SIMPEL (simpanan pelajar), penyerahan bantuan beras sebanyak 2 ton untuk masyarakat Naikliu. Penyerahan secara simbolis program sosial Bank Indonesia berupa bantuan BI Corner kepada SD Inpres Naikliu. Juga penyerahan benih padi dan jagung oleh Gubernur NTT kepada camat Naikliu.

Penulis: Mercy/PKP_RilisEditor: sintus
  • Bagikan