Sejumlah Pendeta GMIT Temui Bupati Kupang

  • Bagikan
Bupati Kupang Korinus Masneno bersama sejumlah Pendeta GMIT Klasis Sulamu jumat (29/10/21)

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Badai Seroja April 2021 dan Covid-19 yang belum usai, sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Kondisi ini menggugah hati Pengurus Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Sejumlah Pendeta GMIT yang terdiri dari Pdt.Lukman Bahan, Pdt. Markus Leunupan, Pdt.Yunus Kaitulang, dan bapa Yustus Maro melakukan audiens bersama Bupati Kupang Korinus Masneno.

Audiens berlangsung Jumat (29/10/21).

Kehadiran Para Pendeta tersebut dalam rangka meminta dukungan Bupati Kupang dalam menyukseskan misi yang telah dirancang demi pemulihan ekonomi masyarakat.

 

Kegiatan yang sudah dirancang para Pendeta yakni pelatihan
budidaya pertanian holtikultura dan ternak ayam kampung, bagi jemaat terdampak siklon seroja, khusus di Sulamu.

Pendeta Lukman menuturkan, badai seroja menghantam semua jemaat sebagai basis pelayanan gereja.

Pendeta bertekad memulihkan, membangkitkan semangat jemaat dari berbagai kesulitan dan keterbatasan agar lebih produktif. Karena itu pengurus klasis sulamu bersepakat ambil langkah, bergerak maju di sektor ekonomi riil.

Potensi-potensi jemaat perlu didorong sejalan dengan program yang inheren dengan kehidupan masyarakat kabupaten kupang yaitu program revolusi 5P yang digencarkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2019-2024.

“Bersama para pendeta, masyarakat diharapkan dapat bersinergi dan berenergi bangun jemaat, menata kehidupan jemaat,” harapnya.

Yustus Maro menambahkan, pelatihan tersebut semata-mata untuk peningkatan kapasitas jemaat dalam memperkuat, mempertahankan, dan meningkatkan perekonomian.

Jika usaha-usaha produktif tersebut berhasil, dapat memanfaatkan lembaga-lembaga keuangan seperti koperasi. “Sebab banyak kemudahan dalam penyediaan sarana produksi dan keperluan sehari-hari dan banyak manfaat lainnya,” terangnya.

Enurut dia, koperasi sudah terbentuk dengan nama “Koperasi Produsen Kasih Sejahtera Utama”.

Menurut salah satu Pengelola koperasi tersebut, dengan kekuatan modal yang ada bisa membantu masyarakat fasilitasi pasar dari produk-produk yang dihasilkan.

“Acapkali semangat masyarakat ada, namun kendala di modal. Untuk itu saatnya bangkit menjadi lebih baik”, kata dia.

 

Bupati Kupang, Korinus Masneno setuju dengan program yang dicanangkan pengurus GMIT klasis Sulamu.

Bupati mengatakan, seyogyanya gereja, jemaat, pemerintah, masyarakat adalah satu kesatuan dalam pembangunan daerah.

“Mau apapun visi, misi, dan lain sebagainya, tujuan sesungguhnya adalah pemberdayaan kesejahteraan rakyat”, ujarnya.

Tentang Kehadiran koperasi dan telah berkembang, Bupati berkomentar, harus dimulai dari pendeta dan para pengurusnya. Dan koperasi dibangun dari keanggotaan para pendeta.

Menurut dia, apapun persoalan, tak ada rumus untuk tangisi kondisi yang tak dikehendaki.

“Saatnya bangkit karena rata-rata persoalan berakar dari tak mau memulai untuk bangkit”, ucapnya.

Kepada tim klasis Sulamu, Bupati imbau untuk segera merancang program-program yang membangun sesuai potensi jemaat, sehingga bisa diakomodir oleh Dinas Teknis.

Korinus menyetujui kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2 Nov nanti, berfokus pada tanaman holtikultura dan ternak ayam kampung, karena langsung bersentuhan dengan rumah tangga.

Bupati memotivasi, berpikirlah untuk bangkit, dan jika ingin maju harus akui kekurangan, sehingga dapat diperbaiki bersama.

“Ibaratnya, Pebisnis yang celaka adalah Pebisnis yang tak tahu kekurangannya”, pungkasnya.

Penulis: Mercy/rilisEditor: Sintus
  • Bagikan