Jika Ingin Maju Jangan Lihat Kelemahan

  • Bagikan
Penyerahan dokumen Raperda kepada Pemerintah Provinsi NTT oleh Ketua DPRD Provinsi NTT Rabu (29/9).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – NTT Baru, bukan dimulai dari kemiskinannya, tapi dari berbagai kekayaan yang dimilikinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menghadiri Rapat Paripurna Keenam DPRD Provinsi NTT, Rabu, (29/9/2021).

Gubernur mengajak seluruh masyarakat khususnya anggota DPRD untuk tidak melihat kelemahan tapi kekuatan/potensi yang dimiliki.

Ia mengatakan, membuat hal baru itu susah, dan untuk sebuah perubahan itu memang harus ada gerakan. Jujur, perubahan itu selalu dilakukan oleh sekelompok kecil orang saja. Tidak semua manusia bisa membuat perubahan. Hanya pada mereka yang mempunyai visi yang jauh, semangat yang tulus, dan keberanian untuk mengambil resiko.

 

Itulah orang-orang yang diberikan kesempatan untuk menorehkan sejarah perubahan di muka bumi ini.

“Karena itu sekali lagi, terimaksih. saya sedang bersama-sama dengan sekelompok kecil itu, yaitu yang terhormat seluruh anggota DPRD Provinsi NTT. Kita bisa menorehkan sejarah pembangunan baru di Nusa Tenggara Timur. Dimana yang selalu saya sebutkan, kita sedang menarasikan kembali Nusa Tenggara Timur. Kita tidak mulai dari kemiskinannya, tapi dari kekayaan-kekayaannya. Sehingga narasi baru tersebut memberikan kita energi positif untuk kita mampu berpikir positif. Dengan demikian kita dapat bersatu padu menyelamatkan bangsa dan negara ini. Dan itu dimulai dari Nusa Tenggara Timur”, urai Putera Nusa Bungtilu disambut applaus meriah dari seluruh hadirin.

 

“Terima kasih atas kerja cepat dan kerja bersama untuk menyelesaikan Rancangan Perubahan APBD NTT 2021. Pada saatnya akan disahkan bersama. Dalam situasi saat ini memang sangat berat rasanya untuk seluruh pemerintahan dimanapun. Kita juga mencatat gerakan pembangunan ekonomi di seluruh negara, mendorong pemerintahnya untuk bekerja serius. Terus mencari inovasi dalam rangka menyelamatkan daerah dan bangsanya termasuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur”, kata orang nomor satu NTT ini.

 

Gubernur VBL memberi apresiasi atas dukungan, saran, pendapat yang telah disampaikan oleh seluruh fraksi dalam rangka peningkatan kinerja dan kerja-kerja pemerintah. Semua itu menjadi semangat bersama untuk mewujudkan masyarakat NTT yang lebih sejahtera.

 

Gubernur menyadari ada banyak tantangan yang dihadapi. Selain masalah Pandemi Covid-19 dan badai seroja, NTT juga banyak mengalami berbagai masalah. Sehingga NTT masih menempati posisi ketiga provinsi termiskin di Indonesia.

 

“Banyak sekali anggaran pemerintah yang sudah dianggarkan untuk mengatasi kemiskinan, tapi kita masih terus bergelut dengan kemiskinan yang belum tuntas”, kata dia.

 

“Saya telah mendorong pemerintah pusat untuk membuat sebuah desain dengan peta yang baik. Data yang cukup dan dapat dipertanggungjawabkan, agar kita tahu betul dimana kantong kemiskinan itu berada. Siapa yang miskin. Mengapa miskin dan bagaimana cara penanganannya. Sehingga secara keseluruhan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota bahkan sampai tingkat desa di seluruh Indonesia. Ini akan berdampak dimana kita memiliki berbagai desain penetapan anggaran, dan mampu memahami kemana arah pembangunan itu bergerak. Ini juga belum selesai, karena ternyata tantangan terbesar kita ada pada kualitas Sumber Daya Manusia. Khususnya pada pelayanan publik, yang harus terus didorong”, jelas VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut menyampaikan terima kasih atas berbagai saran dan kritikan dari Anggota DPRD kepada pemerintah daerah. Semua itu memberi semangat untuk dapat bekerja sebaik-baiknya.

 

“Kita punya banyak tantangan, tetapi sebagai manusia berakhkak dan manusia yang diberikan ruang untuk menaruh harapannya kepada Tuhan. Saya percaya jika kita berkerja dengan sungguh-sungguh dan tulus hati dalam melayani, kita mampu melakukan berbagai perubahan di NTT”, ujarnya.

 

“Banyak hal yang sedang kita buat, tapi saya mengajak untuk kita membangun sebuah peta berpikir baru dan itu perlu gerakan bersama. Gerakan total yang harus mendapat energi positif dari semua pihak untuk menghasilkan NTT yang baru.

 

Agenda dalam paripurna tersebut yakni Persetujuan Bersama Penetapan Rancangan Perubahan APBD TA. 2021.

 

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni didampingi Waket DPRD Provinsi NTT, Aloysius Malo Ladi. Juga dihadiri oleh 45 orang anggota DPRD Provinsi NTT.

 

Rapat paripurna tersebut diawali dengan penyampaian agenda rapat paripurna oleh Ketua DPRD Provinsi NTT. Dia mempersilahkan 9 fraksi DPRD Provinsi NTT, untuk menyampaikan pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD TA. 2021. Seluruh fraksi menyatakan menyetujui Ranperda tentang Perubahan APBD Nusa Tenggara Timur TA. 2021 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

 

Rapat Paripurna tersebut dirangkai dengan penyerahan dokumen Raperda kepada Pemerintah Provinsi NTT oleh Ketua DPRD Provinsi NTT.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, Para Staf Ahli dan Staf Khusus Gubernur. Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Zakarias Moruk. Kadis PUPR Provinsi NTT, Maxi Nenabu, Kadis Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTT, Sony Libing. Kaban Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Alex Lumba. Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Iien Adriany, Karo Organisasi Setda Provinsi NTT, Rita Wuisan. Karo Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT, Siprianus Kelen. Sekretaris DPRD Provinsi NTT, Thobias Ngongo Bulu dan sejumlah Pejabat Administrator. Serta Pejabat Pengawas Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (SP BIRO AP NTT/ELLENA)

  • Bagikan