Bulog, Produksi Beras Fortivit

  • Bagikan
Wawali dr. Herman Man Saat menerima Kadivre Bulog NTT Jumat (24/9/21)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man, menerima kunjungan Kepala Divisi Regional Perum Bulog Kanwil NTT, Asmal, beserta jajarannya di ruang kerja Wawali, Jumat (24/9). Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus mempromosikan beras berkualitas dan memiliki kandungan gizi Fortivit yang diproduksi oleh Bulog.

 

Wawali mengapresiasi langkah Perum Bulog, melalui beras bergizi tersebut sebagai upaya menekan tingginya angka stunting di Indonesia khususnya Kota Kupang. Hal ini diungkapkan mengingat angka stunting di Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir, mengalami peningkatan. Diharapkan dengan hadirnya beras Fortivit yang dibagikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dapat mengurangi angka stunting.

 

“Saya bersyukur Bulog kanwil NTT dapat hadir bersama masyarakat di Kota Kupang dengan memberikan bantuan beras.¬† Baik bantuan PPKM dalam masa pandemi covid-19 maupun bantuan bagi masyarakat yang terdampak badai siklon seroja. Juga dengan adanya beras fortivit yang dibagikan kepada KPM dapat meningkatkan kualitas gizi warga di Kota Kupang,” ungkap Wawali.

 

Selanjutnya Wawali berharap Perum Bulog NTT juga dapat mengambil bagian dalam program vaksinasi covid -19 yang sedang gencar dilaksanakan. Hingga saat ini jumlah penerima vaksin covid -19 telah mencapai 75%.  Butuh peran BUMN dalam membantu program vaksinasi setidaknya 80% di Kota Kupang untuk mencapai Herd Immunity.

 

Kepala Divre Bulog Kanwil NTT, Asmal  menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah ikut membantu dalam penyaluran beras bagi KPM di Kota Kupang. Terutama bagi masyarakat yang terdampak badai seroja maupun pandemi covid -19. Bagi warga Kota Kupang yang terdampak bencana dan terdata sebagai KPM mendapatkan bantuan 10 kg per KPM. Untuk Kota Kupang memperoleh bantuan 60 Ton beras dan telah tersalurkan.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah sekarang gencar mengatasi stunting. Adapun produk dari Bulog berupa beras jenis fortivit yang memiliki kandungan gizi yang dijual per 15.000/kg dan 75.000/5kg. Beras fortivit tersebut juga disertakan pada bantuan kepada masyarakat penerima manfaat dengan jumlah 2 kilogram per KPM.

 

“Untuk menekan angka prevalensi stunting, kami meminta dukungan pemerintah Kota Kupang melalui puskesmas menyampaikan manfaat beras Fortivit kepada masyarakat,” tutur Kadivre.

 

Diharapkan agar masyarakat bisa mengenal beras fortivit sebagai beras yang sehat. Bisa menjadi salah satu alternatif preferensi masyarakat yang ingin melakukan gaya hidup sehat. Serta cocok diberikan kepada ibu hamil untuk mencegah bayi cacat lahir. Perempuan usia remaja untuk mencegah anemia, juga anak-anak pada usia pertumbuhan untuk mengatasi stunting. (chr)

  • Bagikan