Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BPJS Kesehatan Buka Pusat Layanan 165,

Direktur Utama BPJS kesehatan, Ali Ghufron Mukti saat meluncurkan Layanan 165 Senin (13.9/21)

JAKARTA,FLOBAMORA-SPOT.COM – Sebagai upaya peningkatan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan meluncurkan nomor layanan Care Center 165. Tidak hanya itu BPJS juga meluncurkan simplifikasi rujukan thalasemia mayor dan hemofilia serta portal web Jurnal JKN.

Berbagai inovasi layanan ini diluncurkan serentak dan dihadiri oleh Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (13/09)

“Ini juga merupakan komitmen kami, terlebih dalam memperingati Hari Pelanggan yang jatuh 4 September, serta HUT ke-53 BPJS Kesehatan. Kami persembahkan kepada pelanggan kami, peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi. Tentu saja untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN yang berkeadilan dalam melayani peserta di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama BPJS kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Ghufron berharap, layanan yang diluncurkan memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun pemangku kepentingan. “Kami mohon dukungan seluruh stakeholder, untuk bersama mengawal berjalannya Program JKN-KIS, agar seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” kata Ghufron.

 

BPJS Kesehatan Care Center 1500400 Siap Ganti Nomor Jadi 165

BPJS Kesehatan secara bertahap mengubah nomor layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

menjadi 165. Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun

mengatakan, nomor layanan BPJSKes Care Center berubah dari tujuh digit menjadi tiga digit. Diharapkan membuat masyarakat mudah mengingat jika sewaktu-waktu memerlukan informasi atau akan melakukan pengaduan terkait layanan JKN-KIS.

“Selama masa transisi sampai Desember 2021, masyarakat masih dapat menggunakan secara paralel nomor 1500400 maupun 165 untuk menghubungi BPJS,” ujar David.

Adapun sejumlah fitur yang dapat diakses masyarakat melalui BPJS Kesehatan Care Center antara lain permintaan informasi dan pengaduan. Layanan administrasi seperti penambahan anggota keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU). Penyelenggara Negara dan swasta, PBPU, serta BP. Pendaftaran bayi baru lahir non PBI. Jaminan Kesehatan. peralihan segmen peserta ke PBPU dan perubahan data.

Di samping itu, peserta JKN-KIS juga bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter umum melalui pelayanan Tanya Dokter. Itu juga tersedia di BPJS Kesehatan Care Center.

“Pengaduan yang memerlukan koordinasi dengan kantor cabang BPJSKes ataupun stakeholder lainnya, BPJS Kesehatan Care Center terhubung dengan kantor cabang. Dengan demikian, kantor cabang dapat segera menyelesaikan pengaduan sesuai Standard Level Agreement (SLA) target waktu penyelesaian atas pengaduan tersebut,” kata David.

BPJS Kesehatan sendiri sebenarnya telah memiliki layanan pusat informasi care center sejak tahun 2010 pada era PT Askes (Persero). Keberadaan dan fungsi care center tersebut selanjutnya terus dikembangkan. Mulai tahun 2014, care center dapat dijangkau oleh masyarakat selama 24 jam 7 hari.

 

Sepanjang tahun tersebut, jumlah panggilan yang diterima oleh care center mencapai 645.263 panggilan. Jumlah panggilan tersebut meningkat tajam seiring berjalannya waktu serta bertambahnya kanal informasi dan pengaduan yang disediakan BPJS Kesehatan. Hingga pada tahun 2020, tercatat BPJS Kesehatan Care Center melayani 1.631.535 panggilan. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS yang melonjak menjadi lebih dari 200 juta jiwa yang menyebabkan naiknya akses panggilan ke BPJS Kesehatan Care Center. (Rilis /Ellena)

  • Bagikan