1.678 Siswa di Kabupaten Kupang Rasa Tidak Aman saat berada di Sekolah. Kenapa ?

0 75

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM –  Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap anak (PKTA) merupakan wadah perjuangan bersama untuk menekan angka kekerasan terhadap anak Di Provinsi NTT.

Ketua Presidium Aliansi PKTA  Benyamin Leu dalam pertemuan koordinasi di Hotel Neo Kota Kupang Kamis tanggal 10 Juni 2021  mengatakan, Aliansi PKTA menemukan ada 1. 678 siswa merasa tidak aman ketika berada di Sekolah.

“Berdasarkan data yang dirangkum oleh Aliansi PKTA dari hasil survey Undana sebanyak 1.678 siswa di Kabupaten Kupang merasa tidak aman ketika berada di sekolah”, kata Leu.

Menurut dia, hal ini mendorong Aliansi untuk menggali informasi atau mencari tahu penyebab anak-anak tidak merasa aman ketika berada di sekolah.

 

Ia mengatakan, berbagai agenda telah dihelat baik yang dilakukan bersama maupun oleh Tim yang dibentuk  Aliansi. “Kerja-kerja tersebut perlu diinformasikan kepada anggota Aliansi agar menjadi perhatian bersama, terutama berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang marak terjadi akhir-akhir ini, karena itu dilakukan pertemuan Koordinasi ini”, ucap dia

Ia menambahkan, Persiapan menghadapi New Normal  bagi anak-anak untuk kembali mengikuti pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru memberi rasa khawatir kepada orangtua.

“Selain itu persiapan sekolah dalam kegiatan Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 juga harus menjadi perhatian bersama, agar anak tidak dikorbankan oleh kesalahan interpretasi terhadap berbagai kebijakan  yang telah ada”, tegas Leu.

Pertemuan Koordinasi  di hadiri oleh 27 lembaga yang berkaitan dengan anak dan perempuan diantaranya,  perkumpulan Bengkel APPEK NTT, Child Fund International (CFI), Institute of Resource Governance and Social Chance (IRGSC) NTT , Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB), Keuskupan Agung Kupang (KAK), Komunitas Sahabat anak, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Madani (LPMM), Lembaga Perlindungan Anak NTT serta beberapa lembaga terkait yang menjadi anggota Aliansi PKTA.

Kegiatan yang disponsori Save The Children ini ditutup dengan menyepakati beberapa point yang menjadi Rencana Tindak Lanjut ke depan. (Ellena)