Ayo Bersama Cegah stunting di Kabupaten Kupang

0 41

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Melawan Stunting tidak bisa dilakukan sendiriri oleh pemerintah, harus dilakukan secara bersama-sama seluruh komponen. Bupati Kupang Korinus Masneno didampingi Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Sekretaris Daerah Kab. Kupang, Obet Laha dan Waket II DPRD Kab. Kupang, Johanis Mase membuka secara resmi acara rembuk aksi percepatan penurunan stunting, Jumad (28/5/21) di Kantor Bupati Kupang mengatakan, tujuan kegiatan ini membangun komitmen publik, menyampaikan hasil analisa situasi dan rancangan, rencana kegiatan serta mendeklarasikan komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam upaya intervensi penurunan stunting.

“Melalui acara ini diperoleh kesamaan pandangan/persepsi, inovasi program/kegiatan sehingga dapat bersinergi antara OPD terkait dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Kupang”, kata Masneno.

 

Bupati Kupang menerangkan ada penurunan angka yang signifikan dan memuaskan. “Tahun 2019 jumlah balita stunting 8.920 atau 32,34%, Agustus 2020 jumlah balita stunting 7.544 atau 25,8% sedangkan Februari 2021 jumlah balita stunting 7.267 atau 24,6%. Angka prevalensi ini menurun krn adanya kolaborasi dan upaya bersama OPD terkait, Lembaga mitra/NGO serta stakeholder lainnya melalui program/kegiatan yang mendukung serta upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Provinsi secara berkala”, jelasnya.

Pemerintah juga meluncurkan gerakan nasional percepatan perbaikan gizi (Gernas PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No 42 Thn 2013. Sementara Kabupaten Kupang dengan program inovasinya “Tikar Biru”(stunting kelar dengan bayi ibu dan remaja kita unggul) yang dilakukan melalui 4 (empat) kegiatan utama yaitu aksi bergizi, catin sehat, skrining mandiri dan on stop service.

 

Ia mengatakan, Rembuk stunting yang ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara dan komitmen bersama oleh Bupati Kupang, Wabup Kupang, Wakil Ketua II DPRD Johanis Mase, Kodim 1604/Kupang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Dinas pendidikan, Dinas Sosial, BP2KBP3A, PUPR, Perkim, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Capilduk, PMD, Perindag, Kominfo, Kecamatan dan Lembaga Mitra/NGO.

“Saya berharap tidak sekedar seremonial belaka namun menghasilkan solusi dan tekad dalam percepatan penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Kupang, melalui pemantauan rutin pertumbuhan dan perkembangan balita, penyediaan pangan bergizi, kualitas sanitasi, lingkungan bersih serta pendukung lainnya, agar bisa mencapai target RPJMD penurunan stunting yang ditetapkan Tahun 2021 : 29%, Tahun 2022 : 24,5%, Tahun 2023 : 20% dan Tahun 2024 target nasional : 14%”, urainya.

Melihat target tersebut, Bupati mengatakan Pemerintah sudah dapat mencapainya bahkan melampaui target tahun 2021 dengan angka prevalensi stunting dapat diturunkan menjadi 24,6% dari target 29%. Namun jangan puas dengan hasil yang ada. “Terus bekerja giat lagi, untuk turunkan angka stunting”, imbaunya.

 

Waket II DPRD Kab.Kupang, Johanis Mase berharap,  kolaborasi serta sinergitas yang baik antara semua stakeholder jika dilaksanakan dengan bijak, bergandengan tangan, bekerja gotong royong pasti akan membuahkan hasil dan berdampak pada penurunan angka stunting.

“Mental-mental stunting setiap kita pengurusnya, harus dirubah juga, sehingga niat kita layani masyarakat sesuai harapan”, kata dia.

Atas nama Lembaga DPRD, Johanis Mase menyatakan ikut mendukung rembuk aksi ini, tidak sebatas anggaran saja melainkan aksi nyata di lapangan. (rilis/PKP)