Bahaya !! Tubuh Para Guru dan Siswa/I di TTU Disuntik Virus COVID-19

0 102

KEFAMENANU, FLOBAMORA-SPOT.COM – Sebagai langkah pasti untuk menekan kasus covid-19 yang masih terus berkembang di tengah masyarakat, tim vaksinasi covid-19 dari Puskesmas Kaubele melakukan sosialisasi di Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Sta. Filomena – Mena sebelum melakukan vaksinasi,  kepada para guru dan murid di Aula Paroki Sta. Filomena Kamis (6/5/21).

 

Dokter Yanuarius A.S. Raimanus dalam penjelasan awal mengungkapkan,  tujuan vaksinasi yang juga disebut imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

 

“Sederhananya, tubuh kita perlu disuntik virus/imun supaya ketika virus asli serang tubuh kita mampu melawannya”, tandas dr. Vian sapaaan akrabnya.

tim vaksinator bersama para Guru SMAK Sta. Filomena, Mena, TTU Kamis (6/5/21).

Lebih lanjut dia menegaskan, mungkin selama ini para guru dan murid mendengar atau melihat kalau vaksinasi adalah hal yang sangat membahayakan diri. “Perlu diketahui barsama bahwa itu merupakan statement yang tidak benar alias hoax. Itu tidak benar, karena saya bersama tim medis lainnya sudah melakukan vaksinasi dan terbukti tidak membahayakan untuk diri/tubuh kami. Hanya efek samping yang terjadi tetapi itupun beragam untuk setiap orang. Seperti: mengantuk, lapar, pegal dan bintik merah, tetapi itupun tidak berlangsung lama”, kata dr. Vian.

 

Dia mengatakan, Proses vaksinasi yang dilakukan akan berlangsung dalam dua tahap yang berselang selama 14 hari (2 minggu). Dan dua kali vaksinasi akan terjadi pada tempat yang sama. Ini akan dilakukan terlebih dahulu kepada para guru kemudian para murid. Alasan para guru didahulukan karena para gurupun adalah pelayan publik.

 

Menurut dia,  sebelum melakukan vaksinasi covid-19 akan dilakukan screening. Tujuan screening adalah untuk memastikan peserta vaksin sehat dan siap untuk divaksin. Dan dosis vaksin yang disuntikkan adalah 0,5 cc setiap kali vaksinasi.

 

“Setelah vaksinasi bukan berarti tidak ada kemungkinan untuk tertular covid-19. Bisa saja tertular, tetapi karena tubuh kita sudah dilengkapi dengan vaksin/imun maka tubuh mampu melawan virus tersebut”, [ungkas dr. Vian.  (Beny Akoit).