Gubernur Kembali Kunjungi Kabupaten Kupang, Adakah Yang Serius ?

0 61

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Lagi dan lagi Kabupaten Kupang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT. Terbukti Sabtu (27/3/21), Gubernur kembali melakukan kunker ke wilayah Kabupaten Kupang tepatnya di Desa Hueknutu Kecamatan Takari setelah sebelumnya (senin) melakukan panen Raya Jagung di Sulamu.

 

Kunker kali ini selain untuk memanen Jagung (TJPS), juga panen kacang tanah dan penanaman simbolis calon benih padi dan cabai, di atas lahan secara keseluruhan seluas 65 hektar.

 

Bupati Kupang Korinus Masneno didampingi Sekretaris Daerah dan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang bersama anggota, bersyukur atas program TPJS yg digagas oleh Pemprov dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat serta sebagai motivasi bagi pemerintah daerah dan juga DPRD kabupaten Kupang dalam membangun ketahanan pangan di daerah ini. Hasil kerja TPJS secara nyata membawa perubahan besar dalam sektor pertanian.

 

Dan pada tahun ini, tambah Bupati khusus sektor pertanian akan ditetapkan anggaran sebesar 16 miliar. Sebab tahun ini menurutnya rata-rata petani di Kabupaten Kupang, menanam. Untuk itu harus diperhatikan.

 

Karena Dinas teknis yang bekerja di lapangan, maka Gubernur dalam kesempatan tersebut meminta Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lucky Koli untuk menyampaikan secara langsung kepada masyarakat, gambaran dan progres yang harus dicapai oleh Petani penerima bantuan program TJPS.

 

Lucky Koli pun menjelaskan bahwa upaya kerja keras Petani Kabupaten Kupang khusus kelompok tani desa Hueknutu dalam 100 hari pertama mereka berjuang, membuahkan hasil, hari ini kelompok tani To Ana membuktikannya dengan dipanennya jagung 150 ton di lahan seluas 32 hektar.

 

Atas progres tersebut menurut Koli sebagai langkah konkrit penurunan tingkat kemiskinan dan stunting.

 

Desain TJPS kerja sama dengan Dinas Peternakan, diakuinya berpengaruh besar pada sirkulasi ekonomi yang terus berputar sehingga menuju pada peningkatan pendapatan Petani.

 

Menurut dia, jagung yg dipanen perlu didorong untuk industri pakan ternak.

 

Koli memberi gambaran jika 1 hektar menghasilkan 5,2 ton dikali 3.200 hasilnya 15 jt lebih dan sepertiganya bisa disisihkan untuk beli ternak dan ternaknya bisa dipelihara 6 bln ke depan pasti berkembang dan sumber pakan ternaknya sendiri diambil dari komoditas jagung.

 

Seandainya jagung 15 jt, babi 15 juta ayam 6 juta, di jumlahkan 36 juta yang bisa bapak/mama peroleh.

 

“Ini skema yang mampu mengangkat kehidupan Petani dari keterpurukan ekonomi”, terang Koli.

 

Selanjutnya, jika 100 hari kedua perhitungan 6 bln tadi maka 36 juta dikali 2, Petani bisa peroleh 72 juta/tahun.

 

“Petani tidak usah ragu, alat mesin disiapkan dan pasar pasti. Bimbingan seperti ini menurutnya semata-mata untuk merangsang Petani menuju kemandirian, butuh semangat, energi baru yang bisa atasi segala persoalan”, tambahnya lagi.

 

Sementara utk distribusi penghasilan,  Koli menyarankan agar buka rekening bank NTT, yg peruntukkannya jelas 30% saving utk tambah ternak dan 70% kebutuhan sehari-hari.

 

Gubernur Laiskodat menambahkan, luas tanam pasti lebih besar dari luas ternak.

 

Kepada Bupati Kupang, Gubernur sarankan untuk perlunya penyampaian ke Camat dan Kepala Desa kepada masyarakatnya, bahwa selama menanam upayakan bagi yang punya ternak seperti sapi, babi, ayam agar memasukan ke kandang ternak peliharaannya dan jangan dilepas.

“Guna menghindari rusaknya tanaman”, tegasnya.

 

Dia menegaskan, para Petani yang berhasil panen sampai 2 kali sudah tergolong sukses dan karena itu harus mandiri dan pertahankan terus.

 

“Dalam artian selesailah bantuan pemerintah. Sebab masih banyak Desa yang butuh diperhatikan. Pemerintah tidak memberi bantuan terus kepada kelompok tani yang sama”, kata dia.

 

Gubernur juga meminta kepada Bupati Kupang utk bisa lakukan pinjaman daerah dalam hal perbaikan infrastruktur. (Rilis)