“Gasing Nekmese” Cegah Untuk Stunting di Kabupaten Kupang

0 50

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Kehadiran Danone Indonesia terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesehatan anak bangsa. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran Program “Gasing Nekmese” NTT Tahap 2 (Generasi Bebas Stunting melalui Nutrisi dan Edukasi Keluarga Menuju Sehat).

 

Karyanto Wibowo perwakilan dari Danone Indonesia dalam sebuah pertemuan secara daring di Aula Bupati Kupang, Selasa (23/3/021), menjelaskan masalah stunting bagi balita di Indonesia tergolong kronis,  karena itu berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah stunting.

 

Ia menjelaskan, Pada Tahun 2030 usia produktif akan mencapai 70% penduduk. Atas dasar itulah perlu ada terobosan cepat dalam penanganan stunting yang harus dimulai sejak dini. pada tahap pertama di tahun 2020 penanganan stunting di Kabupaten Kupang terfokus untuk 4 (empat) Desa yaitu Desa Oelbiteno dan Desa Nunsaen di Kecamatan Fatuleu Tengah, Desa Oesusu dan Desa Fatukona di Kecamatan Takari.

 

Sementara untuk Tahun 2021, Wibowo mengatakan,  akan ada penambahan 4 (empat) Desa lagi di Kabupaten Kupang yang akan mendapatkan program Gasing Nekmese yaitu desa Passi dan Nunbaun kecamatan Fatuleu Tengah, desa camplong 2 dan desa sillu Kecamatan Fatuleu, yang akan dimulai pada bulan april tahun ini.

Tujuan program ini dijelaskannya utk meningkatkan kesehatan dan kapasitas masyarakat dalam pencegahan stunting dengan berkontribusi melalui peningkatan pemahaman tentang kesehatan, sanitasi dan peningkatan status gizi.

 

Menanggapi program tersebut, Bupati Kupang Korinus Masneno menyatakan rasa terima kasihnya serta mengapresiasi kehadiran Danone Indonesia yang begitu peduli  terhadap kesehatan anak Kabupaten Kupang mulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

 

“Kita bersyukur karena di tahun 2021 ini ada penambahan 4 desa lagi di kabupaten Kupang sehingga total sudah 8 desa menerima program peningkatan gizi”, kata Masneno.

Pemerintah Kabupaten Kupang berupaya memerangi masalah stunting  yang diakuinya masih 25% lebih. Upayakan semua stakeholder berperan, mengambil sikap dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kupang.

 

“Bicara soal stunting ada beberapa faktor penyebab seperti pola asuh yang kurang efektif, perilaku hidup tak sehat, akses ke tempat layanan kesehatan yang sulit dijangkau serta malnutrisi (kekurangan gizi)”, pungkasnya. (Rilis)