Taimenas:”Saya Tanda Tangan Penyelesaian Tapal Batas, Bukan Penyerahan Asset”

0 90

OELMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM –  – Kehadiran dan ikut serta membubuhkan tandatangan pada berita Acara Penyelesaian Tapal batas Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada 28 Desember 2020 lalu menimbulkan tanda Tanya bagi sejumlah kalangan. Salah satu pihak yang secara transparan melakukan protes adalah Fraksi PDIP kabupaten Kupang.

Sikap PDIP ini membuat ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas angkat bicara.

 

“Tanggal 28 Desember kita diundang Gubernur, guna tindaklanjuti tapal batas antara Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Dan saya ikut Tandatangani berita acara penyelesaian tapal batas bukan serahkan asset”, tegas Daniel Taimenas kepada sejumlah awak Media di ruang kerjanya Senin (11/1/21).

 

Menurut dia, penyerahan asset ke Kota Kupang tidak bisa dilakukan hanya atas persetujuan segelintir orang. “Serahkan aset ada mekanisme yang dilalui. Saya tegaskan tidak ada penyerahan asset”, ucap dia lagi.

 

Terkait permintaan Fraksi PDIP agar Ketua DPRD kabupaten Daniel Taimenas menjelaskan persoalan ini di forum paripurna dia menyatakan siap memberikan klarifikasi. “Penjelasan (melalui Media) ini juga merupakan penjelasan resmi kepada Fraksi PDIP, karena mereka minta penjelasan. Terimakasih PDIP. Itu untuk memperjelas apa yang sedang dipolemikkan”, ujarnya.

 

Taimenas menyatakan, demi kepentingan Negara ia melakukan tugasnya ikut menandatangani penyelesaian tapal batas. “Saya tegaskan ini demi kepentingan negara tanpa mengorbankan siapa-siapa”, terangnya.

 

Ditanya sikap PDIP yang memilih sikap Politik Oposisi ia mengatakan, itu hak politik PDIP. “Golkar akan tetap dukung Pemerintah, namun jika ada yang tidak beres pasti kita kritik. Semua kawal pemerintahan. Ada masalah mari kita duduk sama-sama selesaikan”, pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Fraksi PDIP “berang” ketika tau Ketua DPRD Kabupaten Kupang ikut menandatangani dokumen yang diduga penyerahan asset banda El Tari kepada pemerintah Kota Kupang. Fraksi ini akhirnya memilihi sikap politik Oposisi terhadap pemerintah kabupaten Kupang. (Oneter/tim)