Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Waspada !! 100 Pasien bisa Menularkan Covid-19 Kepada 140 Orang

Wawali Kupang dr. Herman Man diantara Plt As I Edy Dally, SH dan Kabag Prokompim Setda Kota Kupang Ernest Ludji, dalam JP akhir tahun Jumat (18/12/20)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Wakil Walikota mewanti-wanti masyarakatnya soal Covid-19. Transmisi local menjadi hal paling menakutkan saat ini. Menyikapi hal ini Wakil Walikota Kupang mengeluarkan pernyataan agar masyarakat berhati-hati dengan Covid-19.

 

“Reproduksi rate kita 1,4. Artinya 100 pasien menularkan 140 orang inilah yang saya takut dengan transmisi local. Ini saya ingatkan. Saya perlu jelaskan kepada saudara terkait dengan transmisi local. Kalo saya kemarin di pasar ancam-anacam orang itu bukan saya punya kekuasaan, bukan, tapi angka ini berbicara. Yang pro dan kontra silahkan kita berdiskusi. Saya punya tujuan adalah membatasi reproduksi rate artinya penularan yang 1, 4 itu menjadi 0,8, 0,9 karena tugas kepala daerah adalah menekan, jadi kalo orang di pasar itu masih seenaknya wajarlah kalau saya marah. Ada yang bilang nanti kasih makan dengan mana, ya memang pasar tutup karena resikonya terhadap 438.000 penduduk bukan hanya untuk saudara-saudara di pasar. Bukan. Ambillah contoh kita punya penderita yang masih dirawat 534  kali 1,4 berpotensi 700 orang yang ditularkan. Itu ketakutan saya sebagai Wakil kepala Daerah”, tegas Wakil Walikota dr. Herman Man dalam Konfrensi Pers akhir tahun Jumat (18/12).

 

Ia mengatakan, Kapasitas Rumah Sakit SK Lerik sudah penuh. “Jadi kalo saudara, sebarluaskan kita agak ketat protocol kesehatan ini dasarnya”, ujar Wawali dua periode itu.

Ia menambahkan, Orang Tanpa gejala (OTG) di Kota Kupang berpotensi menular, karena mereka pada kondisi asupan gizi berkurang. “Kenapa OTG kita berbahaya ? Karena dengan kondisi begini gizi pasti berkurang karena daya beli. Kemarin kita bicara laju inflasi. Waktu yang lalu kita deflasi artinya tidak ada aktivitas ekonomi. Kemarin sudah 0.22 sudah ada inflasi positif artinya orang belanja ada kenaikan harga berkenan hari raya Natal dan tahun baru. Peraturan Walikota, surat Edaran Walikota itu dalam rangka mempertegas ini. Terutama yang OTG. Makanya saya minta maaf agak keras sedikit. Karena bukan untuk saya tapi melindungi kita semua”, ujarnya.

 

Ia menambahkan, di kota Kupang Covid-19 menyerang kelompok yang berproduksi tinggi antara umur 19 –39 bahkan sampai 50 tahun komponen terbesar dari kasus. “Sementara kami umur 60 tahun ke atas kasusnya sedikit. Kami yang tua-tua sudah tidak bergerak. Takut. Kami sangat patuh terhadap himbauan untuk tinggal di rumah”, jelasnya mengingatkan.

 

Menurut dia, Covid-19 menyerang orang yang daya tahan tubuhnya rendah antara lain Orang yang asupan gisi kurang, stres tinggi, kurang tidur, kurang vitamin dan kurang minum. “Ini 6 kategori yang menurut pengamatan saya sebagai dokter menyebabkan transmisi local kita tinggi ditambah lagi kita tidak disiplin. Karena itu saya ngotot sedikit. Bahwa saya mendapat kritikan tidak apa-apa.

 

Terkait sekolah tatap muka tahun 2021 ia mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni Pertama harus ada ijin dari pemerintah lebih tinggi bahwa kita sudah hijau atau kuning.

“Jadi selama tidak ada ijin kita tidak akan sekolah tatap muka. Kalo sudah ada ijin langkah kedua sosialiassi  kepada orangtua lewat komite tentang sekolah tatap muka di era covid-19”, pungkasnya.

 

 

  • Bagikan