Presiden Komit Penataan Labuan Bajo Selesai Tahun Depan, VBL yakin Pulau Flores Maju Pesat

0 37

MABAR, FLOBAMORA-SPOT.COM – Komitmen Presiden Jokowi menjadikan Labuan Bajo sebagai kawasan super prioritas atau super premium sungguh besar. Walaupun sebagian besar anggaran negara tersedot untuk penanganan pandemi Covid-19, namun pembangunan dan penataan kawasan wisata Labuan Bajo terus digenjot.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, Jokowi telah melakukan kunjungan kerja sebanyak tiga kali ke Labuan Bajo yakni pada Juli 2019, Januari 2020 dan 1 Oktober 2020.

Tiba di Bandara Komodo Kamis (1/10), Presiden disambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di tangga pesawat.

Kemudian, Presiden menuju Kampung Ujung, Waecicu dan Gua Batu Cermin untuk melakukan peninjauan pengerjaan penataan kawasan-kawasan tersebut. Setelah itu, Presiden memantau kelanjutan proyek pembangunan terminal multipurpose Labuan Bajo dan selanjutnya memberikan bantuan modal kerja kepada 60 pelaku usaha mikro dan kecil.

“Hari ini saya meninjau sekaligus mengontrol pembangunan di titik-titik kawasan yang telah direncanakan tahun lalu. Seperti yang kita lihat saat ini di kawasan Gua Batu Cermin dengan progres 47 persen. Penataan Kawasan Puncak Waringin yang dipakai untuk mendisplay handycraft produk-produk yang ada di NTT terutama tenun, ukiran dan lainnya. Kawasan kampung ujung sampai ke kawasan Marina, yang akan kita tata trotoarnya termasuk pelabuhannya akan kita pindah ke Wae Kelambu. Kita harapkan penataan pertama selesai tahun 2020 dan penataan tahap dua selesai tahun 2021.Juga kawasan Pulau Rinca akan ditata sesuai dengan alam yang ada di kawasan tersebut. Kawasan Labuanbajo harus betul-betul menjadi kawasan premium,” jelas Presiden kepada Media.

Gubernur NTT VBL mengatakan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan supplay chain.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden yang Top Markotop (sangat luar biasa). Selanjutnya Pemerintah daerah bersama stakeholder menyiapkan jaringan suplainya untuk semua aspek pendukungnya misalkan kebutuhan sayuran, telor, daging dan ikan jangan datang dari luar pulau. Jaringan suplainya harus dari dalam pulau agar kita tidak miskin dan juga pastinya pembangunan di Manggarai Barat memberikan efek ganda bagi Pulau Flores,” ungkap VBL.

Sumber: SP Biro Humas dan Protokol Setda NTT