KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sehari setelah mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh penting dari rumah ke rumah, Lurah Bello Viktor Steven Ibu, SH, langsung menggelar rapat perdana tingkat kelurahan. Rapat berlangsung Rabu (19/8/3026.
Pertemuan tersebut menghadirkan seluruh ketua RT dan RW serta tokoh-tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda, dan elemen penting lainnya.
Pertemuan itu penting untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas arah pembangunan Kelurahan Bello ke depan.
Rapat itu tidak berlangsung di aula Kelurahan dengan agenda utama persiapan Festival Budaya Bello, tetapi juga menjadi ruang awal bagi pemerintah kelurahan untuk mendengarkan berbagai pandangan masyarakat mengenai kebutuhan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, kebersihan lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Langkah cepat tersebut dilakukan Viktor setelah sehari sebelumnya melakukan konsolidasi secara langsung dengan sejumlah tokoh di wilayah Kelurahan Bello.
Ia ingin memastikan pemerintahan kelurahan sejak awal dibangun melalui komunikasi dan kerja bersama, bukan berjalan sendiri.
Menurut Viktor, berbagai persoalan pembangunan di tingkat kelurahan hanya dapat ditangani secara baik apabila pemerintah dan masyarakat memiliki ruang komunikasi yang terbuka.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, setelah saya mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat, hari berikutnya kami langsung menggelar rapat bersama RT, RW dan tokoh-tokoh penting di Bello. Kita ingin mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan bagaimana Bello kita bangun ke depan,” ujar Viktor.
Ia mengatakan, masukan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Pemerintah kelurahan akan melihat persoalan yang paling mendesak untuk kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan maupun perangkat daerah terkait.
Selain persoalan infrastruktur, rapat tersebut juga membicarakan potensi ekonomi masyarakat. Menurut Viktor, pembangunan kelurahan tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Festival Budaya Bello menjadi salah satu agenda yang ikut dibahas. Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya, mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi Kelurahan Bello.
Tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Bello, Corinus Tuan, menyambut baik langkah tersebut. Menurut dia, rapat bersama RT, RW dan tokoh masyarakat penting dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi wilayah dan kebutuhan warga.
“Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau pemerintah mau mendengar masyarakat dan masyarakat juga mendukung pemerintah, maka pembangunan akan lebih mudah dilakukan,” kata Corinus.
Pandangan serupa disampaikan Arnoldus Hoinbala dan Alex Tuan, dua orang tua yang dituakan di Bello. Mereka berharap konsolidasi yang dilakukan Viktor dapat menjadi kebiasaan dalam menjalankan pemerintahan kelurahan.
Menurut mereka, Bello membutuhkan pembangunan yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, suara dari tingkat RT dan RW serta para tokoh masyarakat perlu menjadi bagian dalam menentukan prioritas pembangunan.
Viktor mengatakan, pertemuan perdana tersebut merupakan langkah awal. Ke depan, komunikasi dengan masyarakat akan terus dilakukan agar setiap program yang direncanakan pemerintah kelurahan mendapatkan dukungan sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi warga.
Ia menegaskan, prinsip kerja yang akan dibangun adalah kolaborasi. Pemerintah kelurahan berperan mengkoordinasikan, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam merencanakan dan mengawal pembangunan.
“Memerintah adalah melayani. Karena itu, kita harus mendengar masyarakat, melihat kondisi di lapangan, kemudian bersama-sama menentukan apa yang menjadi prioritas,” ujar mantan Plt Lurah Naimata itu.
Semangat tersebut, kata Viktor, sejalan dengan semboyan Pemerintah Kota Kupang bahwa jika ingin berlari cepat dapat dilakukan sendiri, tetapi jika ingin berjalan jauh harus dilakukan bersama-sama.
Dengan pola kerja tersebut, Viktor berharap pembangunan Kelurahan Bello ke depan dapat berjalan lebih terarah, baik dalam bidang infrastruktur, ekonomi, pelayanan publik, kebersihan lingkungan maupun pelestarian budaya.
Bagi dia, pembangunan Bello bukan pekerjaan pemerintah kelurahan semata. Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan dan seluruh warga. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




